-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Positif COVID-19 di Jatim Tambah 10, Ini Saran dr Markus yang Sudah Sembuh

Selasa, 24 Maret 2020 | 20.42 WIB Last Updated 2020-03-24T14:46:27Z

SURABAYA (DutaJatim.com) -  Eskalasi angka korban pandemi Corona di wilayah Jawa Timur bertambah dari semula 41 menjadi 51 orang positif terkena virus ini. Secara otomatis angka Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dari 124 menjadi 142 dan angka Orang Dalam Pemantauan (ODP) berjumlah menjadi 2003 dari 1.405, per hari Selasa (24/3/2020) pukul 16.00 WIB.


Pergeseran angka 10 positif Corona ini berasal dari angka PDP, terdiri dari 5 berasal dari Magetan, 2 dari Surabaya, 2 dari Sidoarjo, dan 1 dari Malang.


Dalam perkembangan terakhir angka kematian bertambah satu orang.  Sebelumnya 1 orang yang berasal dari Malang, kini tambah satu korban meninggal dari Surabaya dengan track record ada keterkaitan dengan pasien PDP sebelumnya.

Dari data tracing (pelacakan, Red.) pasien positif 51 orang tersebut, sebanyak 5 orang dinyatakan konversi negatif alias sembuh. Satu berasal dari perawatan RS Syaiful Anwar Malang dan 4 orang yang dirawat di RSUD dr Soetomo Surabaya.

Dalam pemaparannya tentang perkembangan terkini wabah COVID-19,  Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, didampingi Wagub Emil Elestianto Dardak, Ketua Satuan Gugus Tugas Heru Tjahjono, dan dr Joni, ketua gugus rumpun kuratif,  juga menyampaikan testimoni pasien positif Corona yang telah dinyatakan sembuh.



Dia adalah Dokter Markus, yang juga tim penanganan medis di RS dr Soetomo. Dokter ini  mengaku sangat bersyukur telah dinyatakan sembuh dari Covid-19. Dia sangat berterima kasih kepada Tim Gugus Tugas Provinsi yang telah berjuang keras melakukan berbagai upaya preventif dan kuratif selama ini.


Dalam testimoninya dia berpesan agar masyarakat menjaga jarak terhadap lawan bicara, dan tetap tenang namun tetap melakukan tindakan kebiasaan hidup bersih. 

Dr Markus juga berharap segera dilakukan test massal di Jawa Timur, dan menyediakan rumah singgah bagi tim tenaga paramedis saat usai giliran bertugas agar bisa mensterilkan diri sebelum pulang ke rumah bersama keluarga.


"Saya  berharap, RS Menur juga difungsikan untuk penanganan Covid dan membentuk rumah singgah," ujarnya  melalui video conference pada white screen di lokasi pemaparan perkembangan wabah Corona yang dilakukan Gubernur Khofifah bersama jajarannya. (ima)

×
Berita Terbaru Update