-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Waduh, Positif Corona di Jatim Tambah 6 Orang, Semua dari RS di Surabaya

Sabtu, 21 Maret 2020 | 11.18 WIB Last Updated 2020-03-21T04:48:02Z

SURABAYA (DutaJatim.com) - Jumlah pasien positif corona di Jawa Timur terus bertambah. Sampai Jumat 20 Maret 2020 sore pukul 16.00 jumlah data terjangkit Corona menjadi 15 orang. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan bahwa tambahan 6 orang positif Corona teridentifikasi dari rumah sakit di Surabaya.

"Kami sudah koordinasikan dengan kabupaten kota dan seluruh rumah sakit, pasien positif covid-19 bertambah 6 orang. Semuanya teridentifikasi dari rumah sakit di Surabaya. Data terbaru di Surabaya positif jadi 13 orang dan di Malang Raya ada 2 orang," kata Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Surabaya Jumat (20/3/2020) malam.


Gubernur Khofifah selanjutnya menjabarkan total ODP di Jawa Timur berjumlah 635 orang. Untuk PDP berjumlah 72 orang. Angka ODP dan PDP merupakan update dari tracing yang dilakukan oleh pihak Pemprov Jatim.

"Angka itu dari tracing yang kami lakukan. Dari ODP 635 orang, di Surabaya tertinggi dengan 175 orang. Sementara di Malang Raya 87 orang, Blitar baik kabupaten atau kota totalnya 87 orang," terang Khofifah.

Untuk PDP, Khofifah menyebut dari 72 orang PDP, terbanyak ada di Surabaya dengas 32 orang. Selanjutnya disusul Malang Raya dengan 8 orang.  "Jadi angka tersebut sudah terkonfirmasi, bahwa Surabaya positif 13 orang, Malang positif 2 orang," tegasnya.

Sementara itu, keluarga tiga pasien positif corona yang diisolasi di RS Unair Surabaya terus dipantau. Sesuai panduan kemenkes, pemantauan dilakukan selama dua pekan.

"Kemarin sudah datang tapi belum ketemu saya, belum tes," kata Juru Bicara Tim Satgas Corona RS Unair dr Alfiian Nur Rasyid SpP saat dihubungi Jumat (20/3/2020).

Namun, hingga saat ini keluarga tiga pasien positif corona belum melakukan tes. Sebab harus menyiapkan persyaratan biaya yang tak sedikit. "Belum melakukan tes masih menyiapkan persyaratan untuk melakukan tes. Kan biayanya banyak," katanya.


Selama dua pekan pemantauan, seluruhnya dilakukan oleh Dinas Kesehatan Jawa Timur. RS Unair hanya melakukan tes kepada keluarga pasien.  "Dinkes karena RS tidak punya wilayah kerja. Kita laporkan ke Dinkes, Dinkes yang memantau," katanya.

Dari informasi yang dihimpun, tiga pasien yang dirawat merupakan warga Jawa Timur. Namun Alfian tidak menyebutkan dari daerah mana pasien tersebut bertempat tinggal. Namun, identitas pasien memang harus disembunyikan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan terhadap pasien tersebut. (nas)


×
Berita Terbaru Update