RajaBackLink.com

PROMOSI PRODUK




Hosting Unlimited Indonesia

Badrut Tamam : RT, RW, dan Kades Kompak Cegah Penyebaran Corona

On Tuesday, April 14, 2020



PAMEKASAN (DutaJatim.com) - Bupati Pamekasan Badrut Tamam terus mengharapkan warganya agar waspada dan berhati-hati serta aktif menghindari aktifitas yang menyebabkan tertularnya Covid 19. Ini dilakukan dengan jaga jarak, ikut prosedur kesehatan dan memakai masker. Selain itu melaporkan jika ada orang luar daerah datang masuk wilayah desa dan lain sebagainya.


Hal itu disampaikan terkait dengan adanya Orang Tanpa Gejala (OTG) asal Pamekasan yang diketahui positif Corona. OTG yang dimaksud adalah warga Pamekasan yang kebetulan menjadi pegawai di Dinas Kesehatan Sampang. Dia diduga tertular corona karena menjadi peserta pelatihan Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) yang ikut pelatihan di Asrama Haji Surabaya Maret lalu. 


Badrut Tamam menjelaskan OTG itu kini sudah bisa dibawa ke RSUD Pamekasan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Itu semua, kata dia, sebagai wujud kerja keras dari pemerintah bersama Satuan Gugus Tugas Penanganan Covid 19 Pemkab Pamekasan.


“Jadi dia ini TKHI di kabupaten Sampang dan baru ditracking  oleh kita. Dia orang Pamekasan bekerja di kabupaten Sampang dan jadi TKHI dan baru kemarin dinyatakan positif. Kita sudah tracking beberapa orang yang mungkin bertemu melakukan komunikasi, keluarganya, dan pihak yang lain sudah kita tracking dan kita akan lakukan rapid test menjaga kemungkinan tertular atau tidak,” ungkapnya.


“Nah harapan kita yang paling penting adalah ayo kita bersama-sama menjaga betul kesehatan kita bahwa covid 19 ini bisa menyebar cepat dan bisa membuat kita menjadi kurang sehat terganggu kesehatan kita karena daya imun kita menurun,” katanya kepada wartawan, usai meresmikan Puskesmas Larangan Badung, Palengaan, Senin (13/4/2020) . 


Agar imunitas  tidak menurun, kata dia, maka masyarakat dihimbau untuk istirahat yang  cukup asupan gizi cukup kemudian jaga jarak dan pake masker. “Dari hasil penelitian kenapa harus pakai masker, karena ketika bersin itu bisa radiusnya lebih dari 1 meter,  dan karenanya terimakasih kepada seluruh rekan media yang ikut membantu mengedukasi masyarakat akan pentingnya kesehatan,” tambahnya. 


Badrut Tamam sendiri mengaku memakai masker juga kurang nyaman, tapi dia bertekad belajar kebiasaan baru itu, kebiasaan menggunakan masker. Ini dilakukan, katanya, karena harus untuk menjaga kesehatan, tidak hanya untuk dirinya pribadi saja namun juga orang yang ada disekitarnya, keluarganya dan ini cobaan besar untuk semua warga. Karenanya dia mengajak jaga bareng bersama gotong royong untuk menjaga kesehatan. 


“Harapan saya yang paling penting, antisipasti dari masyarakat untuk bekerjasama ketika ada orang baru datang dari luar kota ayo konsultasi ke Pak kepala Desa  ke Kadus, ke RT, biar Kades koordinasi dengan kita. Sehingga penyebarannya bisa kita kanalisasi dan dengan menyelesaikan hulunya mudah-mudahan hilirnya juga bisa kita tangani dengan bagus,” pungkasnya.(mas)

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »