Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Bupati Gresik Minta Warga Pendatang Didata untuk Cegah COVID-19

Sunday, April 12, 2020 | 06:09 WIB Last Updated 2020-04-11T23:09:57Z

GRESIK (DutaJatim.com)   - Pemerintah Kabupaten Gresik, Jawa Timur, mewaspadai warga pendatang yang biasanya bekerja di sejumlah industri sebagai faktor penyebab penyebaran COVID-19. Begitu pula warga yang baru saja bepergian keluar kota. 

Karena itu Pemkab melakukan pemeriksaan mereka  yang datang dari luar daerah tersebut. Semua harus didaftar.


"Saya harap jangan main-main. Para camat harus bekerja keras untuk menekan kepada desa dan kelurahan demi kesehatan kita bersama. Lakukan penyisiran kepada warga yang sakit atau dari luar kota dan wajib didaftar," kata Bupati Gresik Sambari Halim Radianto saat ditemui  di Gresik, Sabtu 11 Maret 2020.

Sambari meminta, bila masih ada warga yang melakukan kegiatan dengan mengumpulkan banyak orang, apa pun bentuknya,  petugas dari Forum Komunikasi Pemerintah Daerah (Forkompinda) harus membubarkannya.

"Petugas dari  tiga pilar harus tegak lurus dan bergotong royong dalam memerangi mereka yang melanggar aturan yang berlaku atau melanggar maklumat. Jika masih ada yang melanggar maka Polres dan Kodim harus menindak tegas sesuai dengan aturan yang berlaku," ujarnya.


Sambari menyampaikan apresiasinya sekaligus berterima kasih kepada seluruh tenaga kesehatan (dokter dan para medis) yang telah memberikan pelayanan yang terbaik, ikhlas dan profesional.

"Sebab itu komitmennya sangat luar biasa, tanpa mengenal lelah dalam menangani merawat saudara-saudara kita yang sakit karena COVID-19. Terima kasih kepada Kadinkes, pimpinan rumah sakit (RS) pemerintah, swasta dan seluruh jajarannya atas dukukungannya demi kelancaran menuntaskan COVID-19 ini," katanya.


Sementara itu, kata Sambari, Pemkab Gresik juga telah mengerahkan seluruh tenaga medis se-Kabupaten Gresik, mulai di tingkat Rumah Sakit, Puskesmas hingga Bidan Desa dan Kepala Desa untuk bergerak melakukan penyisiran.

"Kami mempunyai 32 puskesmas, 74 Pustu, 254 Ponkesdes, 1.472 pos pelayanan desa, 330 bidan desa dan ribuan Kader KB," katanya.


Dia menegaskan bahwa Pemkab  juga telah mendeklarasikan perang melawan virus corona atau COVID-19, dan memerintahkan jajarannya agar lebih proaktif untuk melakukan pendataan warga.

"Tolong semuanya bergerak untuk menyisir pergerakan warga dan lebih aktif menemukan mereka yang beresiko," ujarnya.

Sampai Sabtu tadi malam pasien ODP di Kabupaten Gresik berjumlah 1.017 orang, kemudian PDP 80 orang dan terkonfirmasi sebanyak 10 orang. (nuf)

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update