-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Cara Unik Kades Sumurgenuk Cegah Penyebaran Covid-19

Rabu, 01 April 2020 | 22.15 WIB Last Updated 2020-04-01T15:58:21Z




LAMONGAN (DutaJatim.com) - Mewabahnya Virus Corona (Covid-19) menjadikan warga di berbagai pelosok desa di tanah air cemas. Termasuk di Kabupaten Lamongan Jawa Timur. Dalam beberapa pekan ini, aktivitas penyemprotan disinfektan menjadi pemandangan yang tidak asing lagi bagi masyarakat. Baik di pedesaan maupun di perkotaan.


Penyemprotan disinfektan itu dalam upaya mencegah penyebaran virus Corona yang menjangkiti warga. Jumlahnya pun terus meningkat, baik pasien positif Corona, ODP (Orang dalam Pemantauan), serta PDP (Pasien Dalam Pengawasan) yang ada di berbagai rumah sakit rujukan saat ini.

Tak hanya di kantor pemerintah desa (pemdes) atau masjid dan musala saja penyemprotan disinfektan dilakukan. Tapi permukiman warga pun tak lepas dari semprotan cairan yang bisa membunuh virus yang menempel di berbagai medium itu.

Hal itu juga dilakukan oleh Kades Sumurgenuk Kecamatan Babat, Kab. Lamongan H. Supa'at. Bahkan caranya pun unik menarik. Dia bersama warga melakukan penyemprotan kepada semua warga yang keluar masuk desa. Bahkan sekarang setiap depan rumah warga terpasang alat cuci tangan dan sabun.

Tampak di jalan masuk desa disiapkan semacam tenda yang dijaga sejumlah petugas. Pada tenda itu dipasang pengumuman. Isinya memberi tahu kepada warga, khususnya para perantau dari Jakarta, Surabaya, Jawa Barat, dan kota-kota yang yang terjangkit virus Corona agar dilakukan steriliasi dengan cara disemprot cairan disinfektan.


Tampak mobil dan warga yang memasuki desa itu harus menghadapi pemeriksaan dan penyemprotan cairan anti-virus tersebut. Warga pun senang sebab dengan demikian bisa menjaga kesehatan keluarga, umunnya warga desa. "Ya, bagus. Kita bisa lebih yakin aman," kata seorang warga Rabu 1 April 2020. 

Menurut Supa'at, dia bersama Relawan Covid-19 melakukan pencegahan penyebaran virus Corona sesuai instruksi, maklumat maupun protokol kesehatan dari pemerintah. "Selain membatasi kerumunan warga dalam kegiatan, pola hidup sehat, penyemprotan ini pun kita lakukan," katanya Rabu (01/4/2020).

Supa'at beserta perangkat desa dan warga pun bergerilya untuk melawan virus Corona. Penyemprotan dilakukan di seluruh rumah warga, baik di pelataran hingga dalam rumah. Selain itu, sambil melakukan penyemprotan disinfektan, Pemdes Sumurgenuk pun melakukan imbauan melalui pengeras suara dengan menggunakan kendaraan Mobil Sehat. Mereka 'woro-woro' (pengumuman) yang memberikan edukasi sosialisasi kepada masyarakat untuk melawan Corona dilakukan di sepanjang permukiman warga.


"Melawan Corona dengan tindakan, jangan dengan kepanikan. Ini yang terus kami lakukan untuk memutus rantai virus Corona, khususnya di desa kami," ungkap Supa'at.

Di desa lain, masing-masing Pemdes di wilayah Kecamatan Babat juga tak ketinggalan, melakukan tindakan yang sama. Pemberitahuan terkait bahaya, penyebaran, hingga pencegahan virus Corona dilakukan dengan cara melakukan edukasi baik social distancing maupun physical distancing.

"Kita lakukan sosialisasi ke warga tanpa harus mengumpulkannya. Karena untuk mencegah terjadinya kerumunan di satu tempat. Caranya berkeliling pakai mobil. Ini sosialisasi ala desa", tandas Supa'at yang juga ketua Persatuan Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Papdesi) Kecamatan Babat tersebut. (ful)

×
Berita Terbaru Update