-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

In Memoriam Glenn Fredly: Inspirasi Generasi Muda Pencetak Hits Patah Hati

Kamis, 09 April 2020 | 13.32 WIB Last Updated 2020-04-09T06:32:00Z


JAKARTA (DutaJatim.com) - Presiden Joko Widodo (Jokowi) turut berduka cita atas kepergian musisi Glenn Fredly yang meninggal dunia akibat meningitis, Rabu (8/4/2020) petang.  Dalam akun Instagram, Jokowi, panggilan akrab presiden, mengunggah fotonya bersama pelantun "Kasih Putih" itu.

"Saya mendengar kabar duka ini semalam, bahwa seniman musik Glenn Fredly Deviano Latuihamallo telah meninggalkan kita untuk selamanya," tulis Jokowi, Kamis 9 April 2020.

Jokowi menulis Glenn Fredly adalah sosok yang menginspirasi generasi muda Tanah Air, utamanya para musisi, mengingat dedikasinya yang begitu dalam terhadap dunia seni. Di mata Jokowi, Glenn bukan cuma penyanyi dan pencipta lagu, tetapi juga aktivis.

"Kepergian Glenn Fredly adalah kehilangan besar bagi dunia musik bangsa ini."

Duka atas kepergian Glenn tak cuma dirasakan keluarga, tetapi seluruh insan musik Indonesia.

"Glenn Fredly telah berpulang, tapi karyanya akan tetap abadi dan kita nikmati."

Glenn Fredly Deviano Latuihamallo meninggal dunia pada Rabu (8/4) petang pada usia 44 tahun, di RS Setia Mitra, Fatmawati, Jakarta.  Jenazah musisi Glenn Fredly rencananya akan dimakamkan di TPU Tanah Kusir, pada Kamis siang.

Pencetak Hits

Seperti dikutip dari Antara, Glenn Fredly mengawali kariernya di dunia musik profesional sebagai vokalis band tahun 1990-an, Funk Section. Dari sini ia menunjukkan bakat menyanyi yang luar biasa dan diakui sebagai salah satu pencipta lagu paling romantis di Indonesia.

Glenn memulai karier menyanyi di usia yang masih belasan. Setelah itu, ia memutuskan untuk bersolo karir dengan menghadirkan lagu tunggal/single "Cukup Sudah" yang masuk pada album perdananya "Glenn" (1998).

Tak hanya memiliki ciri khas suara, Glenn ternyata mampu membuat lagu dengan apik. Kiprahnya sebagai penyanyi dan penulis lagu mulai diperhitungkan sejak album kedua "Kembali" di mana terdapat lagu "Kasih Putih".

"Awalnya orang tidak bisa melihat karena orang melihatnya hanya sebagai penyanyi kemudian dia mencipta lagu, itu melengkapi apa yang ada di teori musik. Kalau pencipta lagu dapat menyanyi lagu dengan baik maka dia dapat membawakan karyanya akan lebih bagus dibanding dia membawakan karya orang lain," kata pengamat musik Bens Leo saat dihubungi Kamis 9 April 2020.

"Itulah yang dilakukan Glenn selama ini, jadi lagu ciptaannya banyak yang jadi hits karena mencipta lagu sendiri dan menyanyikannya sendiri," lanjutnya.

Album ketiga Glenn "Selamat Pagi, Dunia!" benar-benar meledak di pasaran. Di album ini terdapat lagu "Januari", "Sekali Ini Saja", "Terpesona" serta "Sedih Tak Berujung", "Akhir Cerita Cinta" dan "Habis" yang masuk dalam versi repackaged.

Semua single tersebut diputar di mana-mana dan menjadi lagu wajib bagi orang yang patah hati. Banyak yang menyebut jika lagu-lagu di album itu terinspirasi dari hubungannya yang kandas dengan Nola Be3.

"Lagu 'Januari' itu sangat populer dan itu sangat Glenn banget. Satu lagi, tema-tema lagunya yang cinta, patah hati tapi dibuatnya dengan lirik-lirik yang tidak mendayu-dayu. Karena dia berada di ranah musik R&B, ini yang menyebabkan musiknya lebih ke anak muda," jelas Bens.

Menurut Bens, 10 album popnya selalu menjadi hits dan sangat pantas dikenang sebagai penyanyi dan pencipta lagu terbaik di Indonesia.
"Kalau mengungkap 10 album itu, banyak sekali lagu yang jadi hits dan salah satu yang pantas dikenang adalah Glenn selalu dekat dengan seniman lain," ujar Bens. (hud)


Foto: Glenn Fredly saat tampil dalam salah satu konser musiknya. (Antara)

×
Berita Terbaru Update