-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Kartini Kecil Itu Bernama Rayhana: Bantu Dokter-Perawat Covid-19 dengan Uang Celengan

Tuesday, April 21, 2020 | 11:55 AM WIB Last Updated 2020-04-21T04:55:16Z

SURABAYA (DutaJatim.com) - Saat memperingati Hari Kartini, Selasa 21 April 2020, masyarakat dibuat kagum oleh seorang bocah perempuan yang peduli terhadap usaha memerangi virus corona. Bocah perempuan ini sering melihat tayangan televisi dan sejumlah media online sering menampilkan dedikasi paramedis, dokter dan perawat, yang berbulan-bulan tidak bertemu keluarga demi merawat pasien COVID-19.


Tidak sedikit yang terkapar oleh paparan virus COVID-19 karena faktor alat pelindung diri, kelelahan dan jam kerja tinggi. Bahkan sejumlah dokter dan perawat ada yang meninggal dunia.

Begitulah yang terngiang beberapa hari terakhir ini di benak Rayhana. Bocah kelahiran 5 Juli 2011 asal Perum Citra Harmoni, Kletek, Trosobo, Sidoarjo ini trenyuh melihat kondisi itu. 


Anak tunggal dari pasangan Suwandi-Ummu Khoriyah ini lantas berbisik ke ibunya. “Bukk, saya mau bantu para dokter dan perawat, agar dibelikan APD. Kasihan mereka yang tidak punya APD, kan bahaya kalau tertular Virus Corona,” kata gadis itu polos.


Ibunya semula tidak menghiraukan. Maklum tidak tahu pasti apa kemauan anaknya. Toh anak-anak sudah biasa mengatakan hal semacam itu. Namun perempuan ini baru menyadari bahwa buah hatinya serius dengan kata-kata dan niatnya itu. Sebab, berkali-kali dia mengutarakan maksudnya membantu dokter dan perawat tersebut.


Ummu Khoriyah pun berpikir sejenak. Dia lalu mengiyakan kemauan keras putrinya itu. Alih-alih selama ini yang dia ajarkan untuk selalu berbagi kepada sesama sudah mendarah daging di anaknya. "Saya iya kan saja Mas. Lah wong dia maunya begitu tiap hari,” ujar Ummu.


Dia pun mengajak putrinya menghubungi beberapa pusat bantuan Covid-19. Tetapi informasinya tidak ada yang menerima uang kecil.

Tak patah arang. Pikirnya ini momentum besar mengajari anaknya berbuat lebih besar demi kemanusiaan. Dia pun menghubungi radio swasta kesohor di Surabaya. Radio mengedepankan citizen jurnalisme ini diteleponnya.


Dia pun diarahkan ke Gugus Tugas Provinsi Jawa Timur di Grahadi, kantor Gubernur Jatim. Setibanya di Grahadi, dia kepikiran untuk balik lagi ke rumahnya sekalian setelah meninggalkan nomor telepon ke petugas jaga di Posko Gugus Tugas di Grahadi.


Pukul 13.00 WIB dia mendapat telepon dari Grahadi, dan akan dijemput bersama anaknya. Dia, anaknya, dan ditemani bibinya ikut ke Grahadi menemui langsung Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa.


Di sinilah, Rayhana, menarik perhatian wartawan yang sedang bertugas. Wawancara pun dilakukan beberapa kali. Tak sedikit wartawan datang menyusul. Hingga Gubernur siap menerimanya.


Di depan Gubernur Khofifah, Rayhana, tak bisa berkata banyak. Sepatah dua kata saja. Bocah bertubuh bongsor ini, masih sangat polos. Dia juga dipertemukan dengan dr Joni, Direktur RSUD dr Soetomo, yang juga tim kuratif.


“Ayoo anak Rayhana, apa harapannya dan pesannya kepada pak Dokter dan perawat ?,” ujar Khofifah kepada bocah itu saat mereka bertemu.


“Buat beli APD,” celetuknya. Khofifah kaget, kok bisa tahu APD istilah itu dari mana?" tanya Gubernur. 

“Dari Televisi,” ujar Rayhana lagi.

Rayhana dan ibunya diminta menyaksikan berapa jumlah celengannya yang terkumpul di dua kaleng itu. “Satu juta, buk,” ujar Rayhana menyergah.

Khofifah merasa terenyuh melihat aksi simpatik Rayhana. Bocah sekecil itu sudah mau menyisihkan tabungan dan celengannya untuk disumbangkan kepada perawat yang merawat pasien Covid-19.


“Ya..anak Rayhana, ini mewakili anak-anak se-Jawa Timur. Mendukung dokter, perawat, dan paramedis untuk mendukung keselamatan mereka di garda depan. Semoga doa anak-anak dan dukungan anak anak seperti Rayhana membuat dokter dan perawat yang bertugas lebih semangat lagi bekerja, apalagi didoakan anak-anak se-Jawa Timur,” ujar Khofifah.


Rayhana, menabung uang hasil pemberian ibunya berupa uang saku sekolah tiap hari dia kumpulkan selama setahun untuk direncanakan membeli barang kesukaannya.


Tetapi melihat kinerja dokter, perawat dan paramedis , Rayhana bersimpatik menyumbangkannya. Dia bersama ibu dan bibinya akhirnya diajak makan bersama oleh Gubernur Khofifah di dalam Grahadi sebelum diantar pulang oleh tim BPBD yang menjemputnya tadi. (nas/ima)
×
Berita Terbaru Update