Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Kraton Pasuruan Banjir Lagi, Pengguna Jalan Diminta Lewat Tol

Selasa, 14 April 2020 | 07.50 WIB Last Updated 2020-04-14T00:50:48Z


PASURUAN (DutaJatim.com) - Jalan nasional di wilayah Kraton, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, terpaksa ditutup setelah banjir menerjang wilayah tersebut Selasa 14 April 2020 pagi ini. Untuk itu arus lalu lintas dialihkan melewati jalan tol.

Wilayah Kraton ini dikenal sebagai langganan banjir. Seperti pada Senin 2 Maret 2020 malam lalu saat hujan deras mengguyur wilayah Kabupaten dan Kota Pasuruan menyebabkan Sungai Welang yang berada di perbatasan antara Kota dan Kabupaten Pasuruan meluap. Ribuan rumah warga dan jalur Pantura Pasuruan, tepatnya di Jalan Raya Tambakrejo pun menjadi lumpuh akibat terendam banjir tersebut. Hal serupa terjadi pada Senin malam hingga Selasa pagi ini. 


Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Pasuruan, Tectona Jati, saat dikonfirmasi di Pasuruan, Selasa 14 April 2020 pagi, mengatakan, jalan itu terpaksa ditutup sebab terendam banjir. Jalan yang ditutup itu sepanjang 1,5 kilometer. Selanjutnya, para pengguna jalan ini diminta lewat jalan tol.

"Untuk pengendara, terpaksa arus lalu lintas dialihkan melalui jalan tol," katanya.

Tectona Jati mengatakan banjir memang langganan di wilayah itu setiap kali turun hujan deras. Banjir dengan ketinggian sekitar 20 centimeter sampai dengan 80 centimeter itu disebabkan oleh meluapnya Sungai Welang. "Sungai itu  melintas di wilayah tersebut," ujarnya.

Saat disinggung mengenai berapa rumah terdampak banjir, dia mengaku belum tahu secara pasti karena sampai dengan saat ini petugas masih melakukan pendataan.
"Untuk berapa rumah yang terdampak, saat ini masih dilakukan proses pendataan, nanti kami 'update' (perbarui) lagi datanya," katanya.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda di Sidoarjo, Jawa Timur mengatakan pada April ini, Jawa Timur masuk pancaroba. Hujan masih terjadi di sejumlah wilayah sehingga masih rawan terjadi banjir.

Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Juanda Teguh Tri Susanto mengatakan saat pancaroba masih banyak turun hujan dengan intensitas ringan hingga lebat.  "Masih banyak ditemui hujan dengan intensitas ringan sampai lebat tetapi hanya bersifat lokal," katanya.

Dia mengatakan pada pancaroba arah angin cenderung variabel atau berubah-ubah dengan kecepatan antara 5-30 kilometer per jam.  "Namun demikian masih perlu diwaspadai adanya potensi cuaca ekstrem yang menyebabkan terjadinya banjir, angin kencang sesaat, hujan es, dan juga tidak menutup kemungkinan terjadi angin puting beliung akibat terjadi perubahan cuaca secara mendadak," katanya. (nas/ant)


Foto: Banjir menerjang wilayah Kraton Pasuruan. (Antara)

×
Berita Terbaru Update