-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Meski Berat, Sidoarjo Siap Terapkan PSBB

Sunday, April 19, 2020 | 9:41 PM WIB Last Updated 2020-04-19T14:41:27Z

SURABAYA (DutaJatim.com) -  Penyebaran Covid-19 di Kota Surabaya sudah semakin parah. Dua tetangganya, Gresik dan Sidoarjo, pun sulit menghindar. Kota Surabaya, dari 31 kecamatan, semuanya masuk zona merah. Korbannya pun kian bertambah. Begitu juga Sidoarjo, sebagai tetangga, dari 18 kecamatan, 14 kecamatan masuk zona merah. Gresik dari 18 kecamatan, 11 sudah kategori merah.


“Jika kondisinya semakin parah dan sudah tidak bisa ditanggulangi dengan cara lain seperti physical distancing dan sebagainya, maka, tidak ada pilihan lagi, Sidoarjo siap menerapkan PSBB,” kata  Plt Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin, saat ditemui usai rapat dengan Gubernur Jatim di Grahadi Surabaya, Minggu (19/4/2020) siang tadi. "Harus siap, meski berat," katanya.

Wacana penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di tiga daerah, Surabaya, Sidoarjo dan Gresik disambut positif Plt Bupati Nur Ahmad. Bahkan sebelum melakukan pertemuan dengan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Pemkab Sidoarjo telah membahas dan siap merealisasikan wacana tersebut.


Trend jumlah kasus positif Covid-19 di Kabupaten Sidoarjo, diakui cenderung meningkat. “Jumlah pasien terus bertambah dan masyarakat terkesan sulit menjaga diri dengan bertahan di rumah. Padahal itu penting agar virus tidak terus menyebar,” terangnya.

Harus Dipaksa


Menurut hasil rapat koordinasi antara Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dengan Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) soal penyebaran Covid-19 di Surabaya dan sekitarnya, menyebut daerah yang berbatasan langsung dengan Kota Surabaya juga menunjukkan peningkatan kasus Covid-19.

Data terbaru, pernyebaran Covid-19 di Surabaya tanggal 17 April 2020, total kasus per Sabtu (18/4/2020) tercatat yang positif Covid-19 ada 270 orang, PDP sebanyak 703 orang dan ODP sebanyak 1806. Dalam catatan, konfirmasi positif setiap hari yang berasal dari PDP rata-rata 50-60 persen.


Sementara Sidoarjo, terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 55 orang, PDP sebanyak 118 orang dan ODP sebanyak 497 orang. Gresik, positif Covid-19, tercatat per tanggal 18 April yang terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 20 orang, PDP sebanyak 102 orang, dan ODP sebanyak 1073 orang.

Sementara, warga Sidoarjo banyak yang mendukung keputusan tersebut. Ini mengingatkan grafik kasus Covid-19 terus naik. Maka, PSBB makin cepat makin baik. 

“Budaya kita masih butuh dipaksa. Sama-sama paham, tetapi, faktanya banyak yang meremehkan. PSBB adalah solusi tepat,” jelas M Suudi, warga Balongbendo. 


Seperti diberitakan DutaJatim.com, hasil rapat itu memutuskan akan diberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik. Tampak hadir Walikota Surabaya Tri Rismaharini, memenuhi pemanggilan Gubernur Jawa Timur selaku Ketua Gugus Tugas Lawan Covid-19 Provinsi Jawa Timur, pukul 14.00 WIB.

Selain itu Plt Bupati Sidoarjo, Nur Ahmad Syaifuddin; dan Plh Sekretaris Daerah Kabupatan Gresik, Nadlif.

Keputusan bersama itu diambil setelah dilakukan rapat tertutup yang dipimpin langsung oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa bersama Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan dan Kasdam V Brawijaya.

Sebelumnya Gubernur Jawa Timur Khofifah kemarin telah rapat dengan Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI), yang membahas situasi darurat Covid-19 di Surabaya, Sidoarjo dan Gresik, yang merekomendasikan sudah layak penerapan PSBB.


Hal itu diperkuat dengan hasil kajian epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga, yang menunjukkan scoring nilai 10 untuk Kota Surabaya.

"Nilai skoring 10 adalah nilai tertinggi dari skala evaluasi. Beberapa yang menjadi catatan adalah doubling time telah terjadi 4 kali, telah terjadi transmisi level 2 (propagated spread), dan terjadi transmisi lokal maupun wilayah," beber Khofifah.

Data per tanggal 17 April 2020,  persebaran Covid-19 telah menyeluruh menimpa 31 Kecamatan yang ada di Surabaya. Per tanggal 18 April 2020, jumlah positif Covid tembus angka 270 kasus, PDP sebanyak 703 orang dan ODP sebanyak 1.806 orang.


Perkembangan yang terjadi di Surabaya, Sidoarjo dan Gresik menunjukkan indikasi yang sejalan dengan petunjuk penentuan tingkat urgensi dari penerapan PSBB di dalam Permenkes RI tentang PSBB.


Kota Surabaya 31Kecamatan positif Covid-19. Sedangkan, Sidoarjo dari 18 Kecamatan ada 14 Kecamatan zona merah sedangkan Gresik dari 18 Kecamatan, 11 zona merah.

"Dalam catatan penambahan yang terkonfirmasi positif setiap harinya di Surabaya ini rata-rata yang berasal dari PDP berjumlah 50 sampai 60 orang," ujar Khofifah lagi.

Yang dipertimbangkan selain Surabaya adalah Sidoarjo dan Gresik, karena berbatasan langsung dengan Surabaya dan memiliki pola interaksi kewilayahan yang sangat erat yang juga turut menunjukkan kenaikan kasus Covid-19 yang cukup signifikan.

Nah, berdasarkan  peta persebaran kasus konfirmasi positif Covid-19 berbasis GIS dengan kedalaman data di tingkat kecamatan maka kecamatan di Gresik dan Sidoarjo yang memiliki kasus konfirmasi positif menunjukkan pola cluster atau terkonsentrasi di wilayah perbatasan dengan Kota Surabaya.(dtc/nas)

×
Berita Terbaru Update