-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Pesan SBY tentang Wabah Corona Lewat Lagu

Jumat, 10 April 2020 | 19.23 WIB Last Updated 2020-04-10T12:23:38Z


JAKARTA (DutaJatim.com)  - Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)  suka bermain musik. Menyanyi. Bahkan menggubah lagu.

Kali ini SBY menciptakan lagu lagi. Terinspirasi masa pandemi wabah virus corona yang tengah melanda Indonesia dan banyak negara di dunia sekarang ini. SBY pun membuat lagu dengan  judul Cahaya Dalam Kegelapan. Lagu tersebut diunggahnya melalui akun media sosial Instagram mendiang istri @aniyudhoyono.


Seperti dilihat Jumat 10 Maret 2020, SBY mencoba menyampaikan pesannya lewat lagu itu. Mewakili masyarakat luas yang gamang menghadapi krisis pandemi COVID-19. SBY menggambarkan perasaan masyarakat yang kehilangan kerabat dekat akibat virus korona ini, seperti kehilangan mendiang istri beberapa waktu yang lalu.

"Krisis pandemi Corona yang melanda dunia, termasuk negeri kita, telah menghadirkan kegamangan dan kecemasan dalam hidup kita. Duka dan kepedihan hati ada di mana-mana, ketika orang yang dicintainya dipanggil Sang Pencipta. Seperti duka dan kegelapan yang saya rasakan ketika kehilangan belahan jiwa beberapa saat yang lalu," kata SBY melalui media sosial instagram @aniyudhoyono






Krisis pandemi korona yang melanda dunia, termasuk negeri kita, telah menghadirkan kegamangan dan kecemasan dalam hidup kita. Duka dan kepedihan hati ada di mana-mana, ketika orang yang dicintainya dipanggil Sang Pencipta. Seperti duka dan kegelapan yang saya rasakan ketika kehilangan belahan jiwa beberapa saat yang lalu. Melalui tembang yang saya ciptakan ini, “Cahaya Dalam Kegelapan”, saya ingin berbagi rasa, semangat dan harapan. Insya Allah, ada hari esok yang cerah. Badai pasti berlalu. Lagu ini saya persembahkan kepada rakyat Indonesia tercinta, terutama yang tengah bergulat dan berjuang di garis depan ~ para pasien serta para dokter dan perawat. Semoga Tuhan Yang Maha Pengasih lagi Penyayang, melindungi dan menyelamatkan para pejuang kemanusiaan, dan kita semua. Mari kita terus bersatu, berbagi dan berikhtiar bersama melawan Covid-19 ini. Dengan pertolongan Tuhan kita bisa. Indonesia Bisa. *SBY* -- Translation: The corona pandemic crisis that has swept the world, including our country, has brought uncertainty and anxiety into our lives. Griefs and heartaches are everywhere when people they love are passing away. Like the sorrow and darkness that I felt when I lost my soulmate just a moment ago. Through this song that I wrote, "Light in Darkness", I want to share my feelings, passion, and hope. God willing, there is a bright tomorrow. Every cloud has a silver lining. I offer this song to my beloved Indonesian people, especially those who are struggling and fighting on the front lines ~ the patients and the doctors as well as nurses. May the most loving God be merciful, protect and save these fighters of humanity, and all of us. Let us continue to unite, share and endeavor together against Covid-19. With God's help, we can. Yes Indonesia Can. *SBY*
Sebuah kiriman dibagikan oleh Ani Yudhoyono In Memoriam (@aniyudhoyono) pada
Video yang diunggah itu berdurasi 6 menit 48 detik, sementara tembang lagunya berdurasi 4 menit 20 detik. SBY sebagai pencipta lagu berkolaborasi dengan sejumlah musisi. Aransemen diisi oleh Tohpati, Produser Eksekutif diisi Ediwan Prabowo, serta Sutradara Ivan Bandhito. 


Sementara untuk penyanyi di antaranya diisi oleh Joy Tobing, Yuni Shara, serta Shandy Sandoro.

Proses pembuatan rekaman ini pun dilakukan secara online. Ia mengaku, tidak mudah untuk melakukannya. 

"Namun kita harus mematuhi dan menjalankan protokol anti corona," kata Purnawiran Jenderal TNI itu dalam video tersebut.

"Lagu ini saya persembahkan kepada rakyat Indonesia tercinta, terutama yang tengah bergulat dan berjuang di garis depan para pasien serta para dokter dan perawat. Semoga Tuhan Yang Maha Pengasih lagi Penyayang, melindungi dan menyelamatkan para pejuang kemanusiaan, dan kita semua," katanya. (hud)


×
Berita Terbaru Update