Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Virus Gelombang Kedua Itu Berupa Kriminalitas: Ada yang Ditembak Mati

Jumat, 17 April 2020 | 13.08 WIB Last Updated 2020-04-19T01:59:41Z


SURABAYA (DutaJatim.com) -  Sungguh memilukan. Masyarakat Indonesia sudah jatuh tertimpa tangga. Betapa tidak, mereka sudah tercabik badai COVID-19 hingga menghancurkan hampir semua sendi kehidupannya, kini masih harus menghadapi ancaman lain. Mulai kemungkinan kelangkaan pangan hingga kriminalitas yang meningkat.

Saat awal musim COVID-19 Mabes Polri menyatakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat secara nasional kondusif, ditandai dengan penurunan angka kriminalitas.


"Terjadi penurunan yang signifikan terhadap angka kejahatan, pelanggaran dan juga gangguan," kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Asep Adi Saputra dalam konferensi pers yang disiarkan akun YouTube BNPB, Kamis (9/4/2020).


Asep menuturkan untuk kejahatan pada minggu ke-13 tercatat 4.197 kasus, kemudian menurun pada minggu ke-14 sebanyak 3.743 kasus.

Namun kini seperti tsunami. Angka kriminalitas diprediksi meningkat sehingga aparat keamanan harus kerja ekstra keras menjaga masyarakat dari para penyamun. Apalagi menjelang Lebaran Idul Fitri di mana kebutuhan meningkat dan harga komoditas mahal. Situasi krisis membuat orang bisa nekat menjadi penjahat. 

Apalagi pada saat bersamaan, sejumlah tahanan dibebaskan dengan alasan agar tidak jadi penyebar virus Corona. 

Sebagian besar di antara mereka merupakan pelaku kriminal  yang sangat mungkin kambuh lagi saat keluar dari tahanan. Pemerintah harus mengawasi mereka lebih detail sebab bila tidak akan menjadi virus lain yang menyerang masyarakat. Ada catatan mereka ini kambuh.



Hingga saat ini sudah 12 narapidana yang keluar melalui program asimilasi saat pandemi Virus Corona atau Covid-19 dikembalikan lagi ke penjara dan ditempatkan di sel pengasingan lantaran membuat ulah. Bisa jadi mereka melakukan kejahatan lagi saat di masyarakat.

"Sampai dengan saat ini, 12 napi yang berulah dari sekitar 36 ribuan yang sudah dikeluarkan," kata Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pemasyarakatan Nugroho dalam diskusi virtual antara Ditjenpas, Australia Indonesia Partnership for Justice 2 (AIPJ2), The Asia Foundation (TAF), serta sejumlah pakar, Selasa (14/4/2020).


Ia tak memaparkan lebih jauh jenis-jenis "ulah" yang dilakukan 12 napi itu. Namun, katanya, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly menginstruksikan narapidana yang kembali melakukan tindak kejahatan setelah dilepas akan diberi sanksi berat.


Perampok Ditembak Mati

Ya,  ini agar ada efek jera. Namun situasinya sekarang berbeda. Dalam kondisi krisis orang bisa nekat. Apalagi dia sudah pernah jadi penjahat.

Setelah agak lama sepi kejahatan, kini kriminalitas mulai marak lagi. Salah satunya dilakukan YS. Dia pelaku pembobol Alfamart yang terpaksa ditembak mati polisi lantaran YS mengancam nyawa petugas.

Peristiwa terjadi saat YS beraksi membobol minimarket Alfamart di Jalan Masjid Al Wustho, Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur.


Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan pada saat anggota Satreskrim Polres Jakarta Timur mengadakan patroli sekitar pukul 03.00 WIB, mencurigai ada sebuah mobil Avanza pakir di depan minimaket Alfamart.

“Ketika mobil yang pakir didatangi petugas, supir berinisial A menghidupkan mesin mobil. Supir berinisial A yang masuk daftar pencarian orang (DPO), kabur dan hampir menabrak salah satu petugas,” ujar Yusri di Polda Metro Jaya, Kamis 16 April 2020.

Yusri menerangkan, petugas curiga melihat gembok pintu Alfamart patah. Kemudian petugas masuk Alfamart, menemukan 3 rampok berinisial YS, AA dan AR.


"Perampok YS mengeluarkan parang, lalu menyerang petugas. Kemudian petugas memberikan tembakan peringatan, karena YS mengabaikan peringatan petugas. Selanjutnya petugas memberikan tindakan tegas dan terukur,” beber Yusri.

Ketika perampok YS dilarikan ke rumah sakit, ditengah perjalanan meninggal dunia. Jadi jumlah perampok ada 4 orang berinisial YS, AA, AR dan A yang masuk DPO.

“Masih didalami, apakah kelompok ini termasuk residivis,” kata Yusri.

Yusri mengungkapkan, kelompok rampok ini berhasil mengambil uang sebanyak Rp 150 juta dan beberapa barang di minimarket Alfamart seperti rokok di Alfamart tersebut. (hud/ndc)


Foto: Polisi menjaga Alfamart Duren Sawit. (akurat.co)



×
Berita Terbaru Update