-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Cempluk, Role Model Kampung Tangguh di PSBB Malang Raya

Sabtu, 16 Mei 2020 | 21.03 WIB Last Updated 2020-05-16T14:03:46Z


MALANG (DutaJatim.com) - Malang Raya---meliputi Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu--mulai Minggu 17 Mei 2020 menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Belajar dari Surabaya Raya, mestinya PSBB di Malang Raya akan lebih berhasil. Insya Allah!

Setidaknya di Malang Raya sudah ada persiapan lebih matang. Salah satunya adalah adanya kampung tangguh. Kampung tangguh menghadapi gempuran virus Corona ini salah satunya di Cempluk Kecamatan Dau Kabupaten Malang yang ditinjau Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, sehari sebelum PSBB,  Sabtu 16 Mei 2020.



Ditemani Bupati Malang HM. Sanusi dan Forkopimda, Khofifah mendatangi Kampung Tangguh Cempluk  di Jalan Dieng Atas Sumberejo Kalisongo Kecamatan Dau Kabupaten Malang. Khofifah melihat langsung bagaimana kampung itu akhirnya bisa dijuluki tangguh menghadapi Corona.

Gubernur Khofifah pu  mengapresiasi terbentuknya kampung tangguh di wilayah Malang Raya itu. Kampung tangguh adalah bentuk kesiapsiagaan mandiri rakyat menghadapi bencana alam maupun nonalam pandemi Covid-19. 

" Terimakasih Bapak Bupati, Bapak Danrem,   Kapolres,  Dandim , Camat, Kades dan RW-RT atas inisiasinya membentuk  kampung tangguh ini," Kata Khofifah, Sabtu 16 Mei 2020.

Kampung Cempluk merupakan kampung tangguh hasil inisiatif dan partisipatif warga kampung berbasis RW yang diinisiasi oleh Universitas Brawijaya, TNI-Polri, dan Pemkab Malang. 


Kampung itu memiliki kesiapsiagaan dan kemandirian yang komprehensif dalam menghadapi bencana baik alam maupun nonalam seperti pandemi Covid-19. Apa kampung ini benar-benar tangguh?

Ya, tangguh itu artinya sudah siap tempur. Saat ini Kampung Cempluk telah memiliki beberapa inovasi penanganan Covid-19 berupa tujuh ketangguhan.  Apa saja?

Rinciannya, ketercukupan logistik, SDM, tangguh kesehatan, tangguh informasi, keamanan dan ketertiban, tangguh budaya, dan psikologi. 

Disebut ketangguhan logistik,  karena di kampung ini ada lumbung pangan yang mencukupi kebutuhan logistik untuk 1.560 warga yang terbagi dalam 400 KK. Warga sekitar juga terus mendapat sosialisasi untuk sadar dan waspada menghadapi pandemi Covid-19. 


Termasuk menyediakan thermal gun, tertib pemakaian masker, dan menyediakan tempat cuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir.

Kampung Cempluk sudah siap semuanya. Karena iti Gubernur Khofifah mengharapkan model ini mampu menjadi salah satu role model kampung yang komprehensif dalam menghadapi bencana nonalam di Jatim. Apalagi, ini wujud sinergi pentahelix, kerjasama antara masyarakat, pemerintah, pengusaha, media dan perguruan tinggi.

"Kami ingin mendapat detail plan, bagaimana pola ini dapat diterapkan di Jawa Timur. Utamanya, di Surabaya Raya yang saat ini tengah melaksanakan PSBB tahap dua," kata Khofifah. 

Khofifah tertarik dengan point ketangguhan psikologi  di Kampung Cempluk hingga perlu diadaptasi di seluruh wilayah Jawa Timur. Ini penting, karena untuk dapat mengurai beban psikologi masyarakat utamanya para ibu harus mampu memastikan ketahanan keluarganya terjaga di masa pandemi Covid-19.


"Pojok curhatnya penting,  ini perlu untuk dikanalisasi, yang dapat diterapkan di wilayah Jawa Timur,"ucapnya.

 200 Kampung Tangguh

Peran aktif dan gotong royong warga di Kampung Cempluk dalam menghadapi Covid-19 diharapkan mampu mengedukasi warga lainnya. Sehingga, tidak akan muncul stigma negatif atau penolakan bagi warga yang terjangkit Covid-19, tenaga kesehatan yang pulang dari tugas merawat pasien Covid-19, dan jenazah yang terkonfirmasi positif Covid-19.

"Satgasnya telah melakukan antisipasi luar biasa, partisipasi, inisiasi dan solidaritas diantara warganya juga luar biasa, terimakasih untuk seluruh warga di Kampung Cempluk,"tandasnya.

Di sisi lain Bupati Malang H.M. Sanusi mengatakan bahwa menjelang berlakunya PSBBdi Malang Raya, Kabupaten Malang telah membentuk kampung tangguh sejumlah 200 desa dengan 500 kampung. 

"Jadi dengan kampung-kampung ini diharapkan nanti penyebaran covid tidak bergerak, agar daerah yang hijau tidak menjadi merah, dan yang merah tidak berkembang lagi, dan diupayakan menjadi biru," kata Bupati Sanusi.

Sementara itu, LPMD Desa Kalisongo- Ketua satgas Covid-19 Kampung Cempluk Heru Iswanto mengatakan, sosialisasi terkait ketangguhan Kampung Cempluk ini telah dilakukan dengan selalu menjaga protokol kesehatan.

"Sosialisasi dan edukasi yang dilakukan di kampung ini dilakukan via live zoom dan WA grup untuk menghindari kerumunan dan tetap menjaga physical distancing. " Kata Heru Iswanto. 

Gubernur Khofifah juga menyerahkan bantuan sembako dan uang  Rp 5 juta kepada Pengurus Lumbung Pangan Kampung Tangguh.

Turut hadir dalam acara itu Bupati Malang Drs. H. Sanusi, MM, Danrem 083 BDJ Kol (Inf) Zainuddin, Kapolres Malang AKBP Henry Umar, Dandim 0818 Letkol (Inf) Ferry Muzawwad, Rektor UB Prof . Dr. Nuhfil Hanani.(gas)

×
Berita Terbaru Update