RajaBackLink.com

PROMOSI PRODUK




Hosting Unlimited Indonesia

Lamongan Targetkan Rapid Test 10 Ribu Orang, Sadar Pakai Masker Meningkat

On Thursday, May 14, 2020



LAMONGAN (DutaJatim.com) - Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 (GTPPC) Kabupaten Lamongan terus menggencarkan rapid test secara massal untuk memutus rantai penularan. Hingga akhir Mei 2020 nanti ditargetkan sudah bisa melaksanakan hingga 10 ribu warga.


Rapid test massal  ini sengaja dilakukan untuk bisa segera menemukan yang positif, untuk kemudian diisolasi agar tidak menular. Lebih dari itu mereka bisa  ditangani secara medis agar tidak terlambat yang berakibat buruk bagi pasien tersebut.

Beberapa tempat keramaian sudah disasar untuk dilakukan rapid test massal. Seperti pasar, tempat pelelangan ikan dan perusahaan padat karya. Sampai saat ini GTPPC Lamongan sudah melaksanakan hingga 5.229 rapid test. Termasuk melalui Afias 6 yang dibeli secara mandiri.


Ketua GTPPC Lamongan Fadeli bersama Kapolres AKBP Harun dan Dandim 0812 Letkol Inf. Sidik Wiyono, Kamis pagi (14/5/2020) meninjau  rapid test massal di Pasar Sidoharjo Kecamatan Lamongan.

Fadeli mengungkapkan kesadaran masyarakat Lamongan untuk memakai masker ketika diluar rumah cukup tinggi. “Saya lihat kesadaran masyarakat Lamongan untuk memakai masker cukup tinggi. Tadi saya lihat (di pasar) hanya satu dua yang tidak memakai,” ujarnya.

Kepada yang tidak memakai masker, oleh Fadeli bersama Kapolres dan Dandim diberikan masker kain secara gratis. Selain itu, Fadeli mengungkapkan jika penjual dan pembeli di pasar sudah dapat diatur dengan baik, sehingga tidak bergerombol.


Secara terpisah, juru bicara GTPPC Lamongan Taufik Hidayat menyampaikan, sudah ada standar operasional ketat terkait pelaksanaan rapid test massal tersebut. Jika ada kasus reaktif, akan ditangani secara cepat.

Bagi yang reaktif, akan diambil spesimennya melalui swab. Selama masa menunggu hasil laboratorium swab,  diwajibkan untuk isolasi mandiri. 
GTPPC kemudian melakukan tracing kepada kontak erat, seperti keluarganya dengan dilakukan tes menggunakan afias 6.

"Selama masa isolasi mandiri di rumah, tetap dilakukan pengawasan secara ketat oleh tim kesehatan. Sehingga penularan dapat ditekan. Sementara di fasilitas umum yang ditemukan kasus reaktif, akan dilakukan penyemprotan disinfektan secara terus menerus selama tujuh hari dan memperketat perlakuan protokol kesehatan,"  katanya. (ful)

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »