-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Mendapatkan Hidayah?

Sabtu, 23 Mei 2020 | 15.30 WIB Last Updated 2020-05-23T08:30:03Z


Selama Ramadhan Redaksi memuat rubrik agama Islam yang disajikan dalam bentuk konsultasi agama. Rubrik ini diasuh oleh Wakil Ketua PWNU Jatim KH Abdurrahman Navis Lc MHI.


Pertanyaan:

Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Ustadz, sejak kapan manusia mendapat hidayah dan siapa saja? Dan bagaimana status orang yang tidak mengenal agama sama sekali di sisi Allah? 


Udin -  Jember

Jawaban:

Wa’alaikumussalam Wr. Wb.
Mas Udin yang saya hormati. Hidayah itu artinya 'petunjuk', maksudnya petunjuk Allah SWT kepada manusia ke jalan yang lurus sesuai syariat Allah SWT. Manusia mendapatkan petunjuk sejak sesorang itu mengakui dengan sadar bahwa Allah sebagai Tuhan yang menciptakan, menghidupkan dan mematikan juga yakin bahwa, Allah SWT yang wajib disembah dan Nabi Muhammad adalah utusan allah SWT yang terakhir.


Siapa saja yang berkomitmen dengan Islam, maka dia mendapatkan hidayah tanpa memandang suku, etnis atau kelas sosial. Hal ini berdasarkan firman Allah SWT: 

"Dan jika Kami berkehendak niscaya Kami berikan setiap jiwa petunjuknya…"

Seseorang atau kelompok yang memang sama sekali tidak sampai dakwah kepadanya baik karena faktor tempat yang tak terjangkau atau karena indra yang tak sempurna, maka mereka itu termasuk ahl fitrah, dan tidak diadzab oleh Allah SWT nanti di hari kiamat. 


Hal ini berdasarkan firman Allah SWT: 

"Dan Kami tidak menyiksa mereka sampai Kami mengutus utusan." (QS Al Isra’: 15)

Dari ayat di atas al imam al hafidz 'Imaduddin Abi AlFida' Ismail bin Katsir Ad-Dimisqy menjelaskan, bahwa ada beberapa hadits yang menafsirkan ayat tersebut, di antaranya riwayat al imam Ahmad dari Al-Aswad bin Sarii' bahwa Rasulullah SAW bersabda: 

"Ada empat orang yang mengajukan alasan kepada Allah SWT (ketika dihisab) di hari kiamat nanti, yaitu seseorang yang tuli tidak bisa mendengar sama sekali, orang yang idiot, orang yang pikun dan orang yang mati dimasa fatrah. Kemudian mereka yang tuli berkata; ya Allah Islam datang tapi aku tidak bisa mendengar sama sekali, orang yang idiot berkata islam datang tapi anak-anak kecil melempariku, orang yang pikun juga berkata, Islam datang tapi aku sama sekali tidak berakal dan ahli fatrah pun juga berkata, ya Rab tidak ada utusan-Mu yang datang kepadaku kemudian mengambil perjanjian dengan mereka untuk ditaatinya, kemudian Allah mengutus kepada mereka agar masuk ke neraka.

“Maka demi Dzat yang diri Muhammad berada di kekuasaannya, jika mereka harus masuk neraka niscaya neraka itu dingin dan selamat buat mereka". (Tafsir Ibnu Katsir.2/368)

Mas Udin yang dimuliakan Allah SWT. Allah Maha bijaksana dan Maha adil. Allah tidak membebankan kewajiban kecuali sesuai kemampuanya. Semoga kita termasuk orang yang mendengarkan ajaran Allah dan mengikutinya. Amiin yaa mujibassailiin. (*)

×
Berita Terbaru Update