-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Pamekasan Dirikan Tiga Kampung Tangguh Covid-19

Kamis, 28 Mei 2020 | 19.27 WIB Last Updated 2020-05-29T06:34:46Z



PAMEKASAN (DutaJatim.com) - Pamekasan membentuk Kampung Tangguh yaitu kampung yang menyatakan diri sebagai kawasan yang siap menangani penyebaran kasus Covid 19 secara mandiri. Selain itu juga kampung ini akan menjadi tempat barometer penyelesaian masalah masalah social lainnya di tingkat desa.


Hingga kemarin sudah ada tiga kampung tangguh di Pamekasan,  yakni di Desa Billaan Kecamatan Proppo, Desa Bulangan Barat Kecamatan Pegantenan dan Kelurahan Kangenan Kecamatan Kota Pamekasan. Tiga kampung tangguh itu Kamis (28/5/2020) diresmikan oleh Tim Gugus Covid 19 Pamekasan.


Di kampung tangguh ini disediakan gedung atau pusat pelayanan kesehatan dan penanganan bagi warga yang bila terdampak Corona, yang meliputi ruang isolasi, ruang kesehatan, penyediaan pangan dan lain sebagainya. Semua fasilitas itu didirikan atas bantuan dan partipasi masyarakat secara mandiri.


Para pejabat dari Gugus Tugas Covid 19 yang hadir dalam peresmian tiga kampung tangguh itu antara lain Kapolres Pamekasan AKBP Djoko Lestari SIK MM dan Dandim 0826 Pamekasan, Keduanya selaku Wakil Ketua Gugus Tugas Covid 19 Pamekasan serta Ir Totok Hartono selaku Sekretaris Gugus Tugas Covid 19 Pamekasan.


Kapolres Djoko Lestari dalam sambutannya saat peresmian Kampung Tangguh Desa Billaan mengungkapkan bahwa pembentukan kampung tangguh ini merupakan salah satu upaya dalam pencegahan penyebaran virus corona, yang berada di tingkat paling bawah pemerintahan dan pelayanan masyarakat yakni di tingkat dusun atau kampung.


“Dengan kampung tangguh ini diharapkan timbul partisipasi masyarakat, kesadaran masyarakat untuk bersama sama mencegah penyebaran virus corona, insya Allah secara umum secara lebih besar di tingkat desa kecamatan dan kabupaten penyebaran covid-19 dapat kita tekan. Dengan meningkatkan kesadaran masyarakat mentaati himbauan pemerintah melaksanakan protocol covid-19,” katanya. 


Karena itu, dia mengucapkan terima kasih kepada seluruh  elemen di kampung tangguh itu yang telah aktif menjadi pioner terbentuknya dan menjadi garda depan dalam menangani penyebaran Covid 19 di dusun dan desanya. 

“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar besarnya atas peran aktif masyarakat di Desa Billaan ini,” tambahnya.


Dia menjelaskan tata kerja Kampung Tangguh  ini berbasis problem solving yaitu upaya pemecahan masalah dengan melibatkan seluruh masyarakat dalam mencari solusi pemecahan masalah. Termasuk dalam menghadapi pandemi covid-19 sehingga perlu peran serta masyarakat mencegah penyebaran covid-19, hingga dari unsur terbawah  yaitu dusun atau kampung. 


Selain tangguh dalam menangani masalah Covid 19, Kampung Tangguh ini juga diharapkan dapat tangguh dari aspek lain yakni dari aspek keimanan,  psikologis, kemudian tangguh dalam keamanan dan tangguh dalam pangan. Dengan partisipasi masyarakat diharapkan kampung tangguh ini dapat membantu pemerintah dan memecahkan persoalan di masyarakat.


“Harapan saya, kampung tangguh di desa ini juga menjadi contoh kepada desa desa atau dusun dusun yang lain, untuk membentuk hal yang sama. Karena ini menunjukkan solidaritas, rasa gotong royong, seluruh komponen masyarakat untuk bersama sama memerangi penyebaran covid-19. Di Desa Billaan saat ini masih hijau, diharapkan dengan kampung tangguh ini desa ini tetap hijau,” tandasnya. (mas)
×
Berita Terbaru Update