-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Pamekasan Sediakan Ruang Observasi Representatif Bagi ODP dan PDP

Kamis, 14 Mei 2020 | 16.57 WIB Last Updated 2020-05-14T09:57:22Z


Bupati Badrut Tamam saat meninjau ruang observasi.


PAMEKASAN (DutaJatim.com) - Untuk lebih memberikan pelayanan yang maksimal dalam menangani kasus Covid 19, Satgas Penanganan Covid 19 Pemkab Pamekasan menyediakan ruang observasi. Ruang observasi itu berada di sejumlah ruangan di Lantai II  Gedung Islamic Center Jalan Trunojoyo Km 3 Pamekasan. Rencananya secara efektif akan digunakan mulai minggu depan.  



Bupati Pamekasan Badrut Tamam, yang juga Ketua Satgas Penanganan Covid 19 Pemkab Pamekasan, Kamis (14/5/2020) meninjau kesiapan ruang observasi itu. Dia didampingi oleh Ir Totok Hartono Sekdakab yang juga Sekretaris Satgas, Plt Kepala Dinas Kesehatan dr Achmad Marsuki dan sejumlah pejabat terkait yang ada di Satgas Penangan Covid 19 Pamekasan.


“Covid ini peristiwa kemanusiaan dan duka bagi nilai-nilai kemanusiaan. Nah ini tempat yang representatif  untuk kita jadikan upaya menghormati nilai nilai kemanusiana dengan memberikan layanan kesehatan yang pantas, professional, cepat, excellent,” kata Badrut tamam pada wartawan usai meninjau ruangan tersebut.



Ruang observasi adalah kamar yang disediakan bagi orang yang berstatus ODP dan PDP ringan. Selama berada di ruangan ini mereka akan didampingi oleh dokter dan tenaga kesehatan lain.  


Di ruangan ini juga dilengkapi fasilitas tempat tidur dengan berbagai fasilitas lain termasuk fasilitas berkomunikasi dan hiburan. 


“Ada sekitar 30 ruangan atau tempat tidur disini. Latar belakang disediakannya ruang observasi atau tempat observasi, karena selama ini asumsinya masyarakat kalau sudah masuk rumah sakit bagi PDP itu kayak ngeri. Nah ini tempat yang menyenangkan kita sediakan wifi, ada TV yang ditempatkan disini bisa PDP ringan, sama ODP,” terangnya. 


Langkah ini dilakukan, kata Badrut Tamam, untuk antisipasi kondisi terjelek. Dia sendiri berharap pada bulan Juni ini Covid 19 sudah selesai. Tapi bisa saja ada kemungkinan hingga beberapa bulan berikutnya. 



“Menjaga kemungkinan bulan Juli gak tuntas, kalau Juli tidak tuntas bisa saja September kita sudah siap. Cadangan itu menjaga segala kemungkinan yang terburuk,” tandasnya. 


Secara umum, kata dia,  penanganan kasus Covuid 19 di Pamekasan berjalan bagus. Dari 10 pasien positif 6 orang dinyatakan sembuh dan tinggal 3 orang yang masih dirawat di rumah sakit. Mereka juga diprediksikan dalam waktu dekat akan sembuh karena kondisinya terus membaik. 



Juga tentang ODR, di Pamekasan jumlahnya turun drastic dari semula mencapai angka 7 ribu kini tnggal ratuasan saja. “Dengan turunnya ODR ini menandakan partisipasi masyarakat sudah bagus, karena ODR sudah turun, kalau ODR naik kelas jadi PDP itu berarti kurang efektif. Jadi isolasi dirumah itu efektif,” terangnya. 


Sebagai daerah yang pertama mengalami kasus positif Corona di Madura, Pamekasan termasuk daerah yang baik karena terbuka dan cepat memberikan pelayanan yang maksimal. Pamekasan oleh Propinsi dinilai baik karena memberikan pelayanan dan trackingnya bagus. Dinilai sebagai kabupaten yang trackingnya bagus, karena bisa mengungkap dan melakukan tracking terbuka. (mas)

×
Berita Terbaru Update