-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Risma Marah-marah, Khofifah Tanggapi dengan Tenang

Minggu, 31 Mei 2020 | 04.40 WIB Last Updated 2020-05-30T21:40:38Z


JAKARTA (DutaJatim.com) - Selama pandemi Covid-19 terlihat banyak kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah terkesan bertabrakan. Misalnya antara Presiden Jokowi dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. 

Ini juga terjadi di Amerika Serikat antara Presiden Trump dan  Gubernur New York Andrew Cuomo. Ini bisa jadi karena masalahnya memang sangat kompleks , tapi seringkali pula karena kepentingan politik.

Hal serupa terjadi di Jawa Timur.  Gubernur Khofifah Indar Parawansa terkesan "perang dingin" dengan 
Walikota Surabaya Tri Rismaharini. Selama pandemi Covid-19 kedua pemimpin perempuan di Jawa Timur itu saling sindir. Kesannya juga tak ada koordinasi --meski mereka sering rapat bersama. Kasus pasien Surabaya dikirim ke RSUD dr Soetomo tanpa koordinasi disebut salah satu buktinya.

Kini Risma bicara  keras saat mendapat informasi mobil PCR bantuan BNPB dialihkan beroperasi ke luar Kota Surabaya oleh Gugus Tugas Covid-19 Jawa Timur pada Jumat (29/5/2020).

Risma marah-marah saat tahu  mobil bantuan yang dia minta secara langsung kepada BNPB pusat yang semestinya dijadwalkan untuk melakukan rapid tes serta tes swab terhadap 200 warga Surabaya ternyata harus batal. Hal ini karena mobil itu dialihkan ke daerah lain.

Saat berada di halaman Balai Kota, Risma langsung menelepon guna meluapkan emosinya ke petugas BNPB. Dia kesal akibat mobil PCR bantuan BNPB di geser ke luar kota, yakni Lamongan dan Tulungagung atas permintaan Gugus Tugas Covid-19 Jawa Timur.

“Saya sampai ngemis ngemis lewat Pak Pramono Anung, lewat DPR RI. Saya mau disiksa apa? Saya dituduh enggak bisa kerja lagi. Saya pak, dapat (nomor) WA-nya Pak Doni Mordano itu untuk Surabaya , dan saya yang minta-minta ke mana-mana. Apa-apaan itu pak, kalau mau boikot , saya akan ngomong ke semua orang. Apa-apaan, bapak tahu pasien itu sudah nunggu di asrama haji , siapa yang enggak bisa kerja kalau ngawur nyerobot gitu,” ungkap Risma saat menelepon BNPB.

Risma jengkel karena harus tersendat karena penggeseran mobil PCR tersebut. Dalam pembicaraan via telepon, Risma merasa kinerjanya tidak dihargai sehingga ia kesal dan marah.

Menurutnya, dua mobil PCR bantuan BNPB tersebut, dirinyalah yang meminta secara langsung kepada Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pusat Doni Monardo, khusus untuk penanganan Covid-19 di Surabaya.


Bagaimana Reaksi Khofifah?

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat ditanya soal ini menanggapi dengan tenang amarah Tri Rismaharini itu. Khofifah mengaku sudah berkoordinasi dengan BPBD Jawa Timur terkait bantuan mobil tes PCR penanganan Covid-19. Apalagi, Tulungagung dan Lamongan juga masuk wilayah dengan kasus terbanyak di Jawa Timur.

"Setelah Surabaya lalu Lamongan. Nah ketika kemarin dikonfirmasi ya sudah silahkan hari ini dua-duanya di Surabaya," kata  Khofifah, Sabtu (30/5/2020).

Khofifah juga bersyukur karena banyak mendapatkan support dari BNPB khususnya dalam menangani kasus pandemi Covid-19 ini. Bahkan, kata dia, terkait mobil lab PCR, pihak Pemprov Jatim juga sudah berkomunikasi baik dengan pihak BNPB. Mulai dari informasi siapa sopir hingga Nopol pun diketahuinya.

"Saya juga sudah berkoordinasi dengan BPBD Jatim, bahwa mobil siap jalan, ini Nopol-nya ini nomer driver-nya, serah terima juga dengan BNPB Jatim juga dengan koordinator Jatim," katanya. (okz/wis)



×
Berita Terbaru Update