-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Rombongan 157 PMI dari Malaysia Landing di Juanda, 1 Penumpang Asal Gresik Meninggal di Pesawat

Senin, 18 Mei 2020 | 21.54 WIB Last Updated 2020-05-18T14:54:04Z


SURABAYA (DutaJatim.com) - Pemudik dari kalangan pekerja migran Indonesia (PMI atau tenaga kerja Indonesia alias TKI) kembali datang ke Jawa Timur. Kali ini pekerja dari Malaysia berjumlah 157 orang, Senin 18 Mei 2020 pukul 14.55 WIB, landing di Bandara Juanda Sidoarjo.

Mereka tentu saja harus menghadapi prosedur Covid-19  yang disiapkan petugas di bandara. Pesawat MH-871 mengangkut 157 PMI itu sempat diisukan memuat 4 peti jenazah dari negeri jiran.


Namun hal itu ditepis oleh Muhammad Budi Hidayat, Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas 1  Surabaya. Dia membantah kabar itu. Pesawat tersebut tidak membawa 4 peti jenazah, namun hanya  rombongan PMI saja.

Hanya saja dia membenarkan  ada satu PMI asal Gresik berinisial MS,  berusia 51 tahun, ditemani anaknya, ditemukan meninggal dunia di atas pesawat. 

"Dia diduga gagal jantung. Setelah diperiksa bukan gejala Covid. Dia ditemani anaknya. Dan langsung dilakukan pemeriksaan. Anaknya negatif rapid test," ujar M Budi Hidayat.

Informasi yang diperoleh di lapangan,  pesawat Malaysia Airlines MH-871 itu landing di terminal 2 Bandara Internasional Juanda di Sidoarjo dari rute Kuala Lumpur ke Surabaya, disambut petugas dengan memakai APD lengkap.


Tim gabungan Gugus Tugas Provinsi, Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas 1 Surabaya, Dinkes Kota, Dishub Provinsi,  Tim Kesehatan Bandara, Otoritas Bandara Juanda dan personel TNI AL, langsung mengarahkan para PMI ke gate 8

Mereka langsung menjalani pemeriksaan suhu dengan thermal gun, pendataan, epidemiologi, saturasi oksigen, dan rapid test. 

Proses berjalan cukup tertib dengan penjagaan dan protokol kesehatan berlapis- lapis. Patut disyukuri semua PMI dinyatakan negatif  rapid test. 

Kedatangan pukul  15.10 WIB langsung  dilakukan pemeriksaan kesehatan memakan waktu kurang lebih 3 jam.  Seluruh PMI akhirnya diberi Health Alert Card, untuk penandai sebelum dipulangkan ke daerah masing-masing untuk menjalani karantina di desa.


Para PMI itu berasal dari sejumlah daerah asal mereka tersebar di Jawa Timur, antara lain : Bangkalan 36 orang, Sampang 34, Gresik 26,  Pamekasan 22, Lamongan 18, Jember  4, Tuban 3, Jombang  3, Probolinggo  2, Tulungagung 2, Lumajang  2, Surabaya 1, Trenggalek 1, Kediri 1, Lombok Timur NTB 1,  dan Jepara Jateng 1 orang.

Sementara seorang PMI asal Surabaya, bernama Askan bin Iskandar, warga Jl. Banjar Sugihan RT 7 RW 4 Kelurahan Banjar Sugihan Kecamatan Tandes Surabaya, yang bekerja sebagai sopir di Malaysia, langsung dikarantina di hotel di kawasan Gubeng Surabaya. Karantina untuk 14 hari.

"Sekira pukul 18.30 WIB, asal Surabaya ini diantar Dinas Perhubungan Kota Surabaya menggunakan Bus Sekolah L 7566 AP menuju ke salah satu hotel di Jl. Bangka No. 8-18 Kecamatan Gubeng, Kota Surabaya untuk dikarantina selama 14 hari," ujar sumber di Bandara Juanda.


Seluruh PMI luar Kota Surabaya kemudian diantarkan ke daerah masing-masing oleh Dishub Provinsi Jatim, sedangkan PMI luar Jatim melanjutkan perjalanan menggunakan kendaraan mandiri.

Sementara itu, Kepala KKP Kelas 1 Surabaya M. Budi Hidayat,  saat dikonfirmasi ulang mengatakan semua PMI ditest rapid hasilnya non reaktif. Termasuk anak dari MS asal Gresik yang meninggal di pesawat tersebut.

"Semua PMI ditest negatif rapid test. Termasuk anak dari penumpang yang meninggal di pesawat itu, juga hasilnya negatif rapid test," ujar Budi Hidayat.(ima/ndc)

×
Berita Terbaru Update