Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

247 Pasien OTG Dirawat di RS Darurat IAIN Tulungagung, Alhamdulillah 217 Sudah Sembuh

Selasa, 30 Juni 2020 | 07.33 WIB Last Updated 2020-06-30T00:38:40Z

TULUNGAGUNG (DutaJatim.com) - Kampus-kampus Islam antusias terlibat menanggulangi Covid-19. Salah satunya Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Tulungagung Jawa Timur.

Kampus ini salah satu Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) yang responsif membantu pemerintah daerah dan masyarakat dalam penanggulangan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). 

Sejak awal adanya kasus positif Covid-19 di Tulungagung, IAIN segera berkoordinasi dengan pihak Pemerintah Daerah terkait penggunaan gedung kampusnya sebagai ruang isolasi.

Ada dua gedung yang digunakan, Rumah Susun Mahasiswa (Rusunawa) dan Ma’had Al-Jamiah. 

Kedua gedung ini bisa digunakan setelah dikosongkan seiring dengan kebijakan mahasiswa untuk menjalani perkulian secara daring (dalam jaringan) atau online.

“Sejak 4 April 2020, gedung Rusunawa dan Ma’had Al-Jami’ah IAIN Tulungagung mulai difungsikan sebagai tempat penyembuhan pasien orang tanpa gejala (OTG) Covid-19. Tercatat ada 247 pasien OTG yang menjalani perawatan, terdiri dari 107 laki-laki dan 140 perempuan,” terang Rektor IAIN Tulungagung Maftukhin saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (29/06/2020).

Sebanyak 217 pasien sudah sembuh dan kembali ke rumah masing-masing. "Saat ini pasien yang masih menjalani perawatan ada 30 orang, 13 di Rusunawa dan 17 di Ma’had Al Jami’ah,” lanjutnya.

Menurut Maftukhin, gedung rusunawa memiliki 37 kamar tidur dengan 4 tempat tidur setiap kamar. Gedung ini juga dilengkapi 24 toilet dan kamar mandi. Sementara gedung Ma’had Al Jami’ah, memiliki 60 kamar tidur dengan 4 tempat tidur setiap kamar, serta 60 toilet dan kamar mandi. 


“IAIN adalah milik negara. Ketika negara membutuhkan dan jelas butuh dalam kondisi begini, maka IAIN Tulungagung menyiapkan diri sebagai lembaga negara untuk bersama masyarakat Tulungagung ikut menanggulangi bencana Covid. Semoga ini bisa membantu pemerintah dalam mengurangi beban dalam menanggulangi Covid-19,” tuturnya.


Selama masa penyembuhan, lanjut Maftukhin, semua pasien mendapat layanan kesehatan secara baik. Dengan Alat Pelindung Diri (APD) yang lengkap, petugas medis memeriksa kesehatan pasien secara rutin, setiap hari. 


“Selain pelayanan medis, pasien juga mendapat asupan makanan bergizi yang disediakan oleh Satgas Kab Tulungagung,” ujarnya.

Komentar Pasien

Salah satu pasien OTG Covid-19 berinisial AS bersyukur dapat menjalani perawatan di IAIN Tulungagung. Selama 51 hari menjalani perawatan hingga sembuh, AS mengaku mendapat pelayanan sangat baik.


“Saya merasa bahagia. Di sini diberi makanan dengan baik, obat dengan baik, saya sembuh dengan sempurna. Saya menyampaikan terima kasih bagi semua petugas,” katanya.

Hal sama disampaikan MA, salah satu pasien yang menjalani perawatan selama 58 hari. Dia mengaku sangat terbantu dengan fasilitas yang tersedia, termasuk penggunaan wifi secara gratis. Sehingga, selama proses proses penyembuhan, dia tetap bisa menyelesaikan pekerjaannya secara online. 

“Alhamdulillah untuk fasilitas sangat bagus. Bahkan kasurnya empuk dan fasilitas internet juga lancar. Untuk air juga lancar. Semuanya lancar. Bahkan saya juga tetap bisa menjalankan aktivitas atau pekerjaan yang biasanya saya kerjakan di rumah, saya kerjakan di rusunawa,” ungkapnya.

Untuk mengobati kerinduan keluarga terhadap pasien yang dirawat, Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kab Tulungagung membangun bilik tombo kangen. Bilik dengan pembatas yang aman ini dibangun di halaman gedung rusunawa. Bilik tersebut digunakan untuk keluarga pasien yang ingin bertemu secara langsung dengan keluarganya yang menjalani masa penyembuhan. 

“Untuk menemui pasien, pengunjung diwajibkan mengikuti protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah,” jelas Maftukhin. 

“IAIN Tulungagung berharap pemberian fasilitas ini bisa meringankan beban pemerintah dalam menangani wabah virus corona,” tandasnya. (kemenag.go.id) 

×
Berita Terbaru Update