Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Jokowi Beri Waktu 2 Minggu, Kogabwilhan Pun Diterjunkan ke Jatim

Jumat, 26 Juni 2020 | 00.27 WIB Last Updated 2020-06-25T17:27:23Z


SURABAYA (DutaJatim.com) - Penambahan kasus positif Corona di Jawa Timur semakin mengkhawatirkan. Karena itu Presiden Joko Widodo memberi waktu dua minggu bagi Jawa Timur untuk menurunkan laju penularan virus corona Covid-19. Namun, Jatim tak berjuang sendiri. Untuk itu Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) II Marsdya TNI Imran Baidirus juga diterjunkan ke Jatim.

"Saya minta dalam waktu dua minggu ini pengendaliannya betul-betul kita lakukan bersama-sama dan terintegrasi dari semua unit organisasi yang kita miliki di sini. Baik itu di gugus tugas, baik itu di provinsi, baik itu di kota dan di kabupaten seterusnya sampai ke rumah sakit, kampung, desa, semuanya ikut bersama-sama melakukan manajemen krisis sehingga betul-betul kita bisa mengatasinya dan menurunkan angka positif tadi," kata Jokowi saat mengunjungi posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Gedung Grahadi, Surabaya, Kamis (25/6/2020). 


Jokowi mengatakan, Jawa Timur saat ini menjadi provinsi dengan penambahan kasus harian paling tinggi di Indonesia. Pada Rabu kemarin misalnya, dilaporkan ada penambahan 183 kasus positif. "Ini terbanyak di Indonesia, hati-hati ini terbanyak di Indonesia," kata Jokowi. 

Kepala Negara menyoroti secara khusus kondisi Surabaya Raya karena menjadi penyumbang tertinggi kasus Covid-19 di Jawa Timur. Untuk itu dia meminta wilayah aglomerasi ini harus dijaga dan dikendalikan terlebih dahulu. 

"Enggak bisa Surabaya sendiri, enggak bisa. Gresik harus dalam satu manajemen, Sidoarjo harus dalam satu manajemen, dan kota kabupaten yang lain. Karena arus mobilitas itu yang keluar masuk adalah bukan hanya Surabaya, tapi daerah juga ikut berpengaruh terhadap naik dan turunnya angka Covid-19 ini," katanya.

Namun kali ini Jatim tidak sendiri menangani kasus Corona. Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Pusat akan membantu penanganan kasus Corona di Jatim. Khususnya di 7 wilayah yang masuk zona merah.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Pusat, Letjen TNI Doni Monardo mengatakan, pihaknya akan menerjunkan Kogabwilhan ke Jatim.

"Berdasar pengalaman kita untuk penanganan pasien COVID-19 di Jakarta, diperlukan suatu kesatuan atau organisasi yang bisa menjembatani. Sehingga di Jakarta semua beban rumah sakit tidak diserahkan ke kepala rumah sakit. Tapi dibantu Kogabwilhan I. Salah satunya di Wisma Atlet," kata Doni di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Kamis (25/6/2020).

Doni menjelaskan, fungsi dari Kogabwilhan agar gugus tugas bisa memberikan pelayanan maksimal. Seperti mengirim bantuan dokter, tenaga kesehatan, obat-obatan hingga makanan.

"Jalur hirarki dalam penanganan ini adalah saling melengkapi apa yang bisa diberi bantuan dari pusat ke wilayah provinsi, termasuk kabupaten/kota. Nantinya kehadiran Kogabwilhan diharapkan mampu menjembatani keterbatasan di RS. Jadi kita bantu, nanti akan melakukan integrasi antar-rumah sakit, rujukan di Jatim akan ter-connect dengan RS Darurat COVID-19 Jatim di Indrapura, Surabaya," paparnya.

Sebagian dokter yang merawat di Wisma Atlet Jakarta akan diperbantukan di Jatim. Juga pola penanganan di logistik yakni mendapat bahan makanan berkualitas. "Sehingga membuat pasien merasa senang menyantap makanan yang lezat," katanya.

Selain itu, lanjut Doni, nantinya akan ada treatment khusus kepada pasien. Seperti aktivitas olahraga hingga diberi hiburan.

"Jadi selain makanan lezat, bergizi yang membantu mereka (pasien) cepat sehat, nantinya pasien akan di-treatment untuk meningkatkan imunitas tubuhnya. Seperti dihibur," jelasnya.

Presiden RI Joko Widodo telah menginstruksikan Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) II Marsdya TNI Imran Baidirus untuk membantu menangani Rumah Sakit Darurat COVID-19 Jatim di Indrapura, Surabaya. (nas/det)
×
Berita Terbaru Update