-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Kiai Asep Selalu Istiqomah Membuka dan Memakmurkan Masjid, Kali Ini Ajak Pengurus Pergunu Se-Indonesia Doa Bersama

Kamis, 04 Juni 2020 | 23.28 WIB Last Updated 2020-06-04T16:28:20Z







MOJOKERTO (DutaJatim.com) - Masjid KH Abdul Chalim, Kompleks Pondok Pesantren Amanatul Ummah,  Desa Kembangbelor, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, selalu terbuka untuk umat Islam yang ingin beribadah. Pengasuh Ponpes Amanatul Ummah Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim bukan hanya membuka masjid tapi juga selalu mengajak umat Islam untuk beribadah di masjid. Bukan di rumah. Selalu istiqomah memakmurkan masjid.

Sebab, salat berjamaah di masjid dilanjutkan dengan berdoa, berdzikir, dan istighotsah, menjadi kunci untuk memohon kepada Allah SWT agar menghilangkan wabah virus Corona dari bumi Indonesia, khususnya, dan dari seluruh dunia pada umumnya.   

Seperti acara Istighotsah Online ke-9  Kamis 4 Juni 2020, malam yang disiarkan secara langsung di channel Youtube IKHAC-TV. Sejumlah tokoh dan kiai serta masyarakat umum hadir dalam acara doa bersama untuk mengusir wabah Corona sekaligus agar bangsa Indonesia bisa selamat dari keterpurukan akibat musibah tersebut. 

Bahkan kali ini melibatkan seluruh pengurus Pergunu (Persatuan Guru NU) seluruh Indonesia. Acara Salat malam dilanjutkan Istighotsah itu dilaksanakan dengan menggunakan teknologi informasi berbasis aplikasi ZOOM. 

Sikap istiqomah Kiai Asep bahwa selalu ada pertolongan dari Allah SWT ini, sangat menarik di tengah polemik penutupan masjid yang rencananya akan mulai dibuka lagi pada Jumat 5 Juni 2020. Bila masjid lain ada yang tidak menggelar Salat Jumat, di Masjid KH Abdul Chalim selalu mengadakan ibadah Salat Jumat yang dihadiri warga di sekitarnya. Bahkan, Salat Idul Fitri 2020 lalu banyak dihadiri umat Islam.  

"Saya juga tidak memakai masker, sebab ini keyakinan saya tentang pertolongan Allah SWT. Kalau Anda tidak yakin dengan pertolongan Allah, jangan tiru saya," kata Kiai Asep kepada warga yang menghadiri acara open house.

Namun demikian, demi menghormati kebijakan pemerintah, di Ponpes Amanatul Ummah juga ada protokol kesehatan. Tapi Kiai Asep sendiri lebih menekankan pentingnya protokol Islam yang salah satunya juga mementingkan kebersihan jasmani rohani dan pola hidup sehat.

Seperti diketahui Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) HM.Jusuf Kalla (JK) menyarankan agar masjid atau tempat ibadah dibuka lebih dulu sebelum mal. Usulan JK ini mendapat dukungan dari berbagai pihak. 

Warganet, khususnya di Twitter, mendukung usulan JK tersebut sebab bangsa Indonesia menempatkan Ketuhanan Yang Maha Esa sebagai sila pertama Pancasila. Insya Allah, secara umum masjid-masjid akan dibuka mulai besok untuk Salat Jumat.  

Misalnya akun Fatimah Sweet @FatimahSw33ty yang mengutip berita reaksi positif pengamat terhadap statemen JK. Mengutip kontenislam.com, dia setuju dengan penilaian pengamat bahwa wajar JK menyindir Jokowi yang lebih mendahulukan mal ketimbang masjid.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon juga mengaku setuju dengan pernyataan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang mengusulkan agar masjid atau tempat ibadah lebih dulu dibuka ketimbang perkantoran, pasar maupun pusat perbelanjaan atau mal saat penarapan new normal pasca pandemi-covid-19.  “Setuju, seharusnya masjid duluan (yang dibuka) baru yang lain,” kata Fadli dikutip dari akun Twitternya, Kamis (4/6/2020). Namun demikian, Fadli tetap mengingatkan agar menerapkan protocol kesehatan yang ketat dan disiplin.

JK sendiri menegaskan bahwa masjid lebih penting daripada membuka perkantoran, pasar, maupun pusat perbelanjaan. "Jadi kenapa masjid dahulu yang dibuka sebelum yang lain karena suatu negara harus ada rohnya. Roh keagamaan kita mesti berdoa. Nanti setelah ini baru kantor dan mal bisa buka,” kata JK.

Tak hanya masjid, JK juga menyebut rumah ibadah lainnya seperti gereja harus dibuka sebelum mal. Mantan Wakil Presiden dua kali tersebut mengatakan suatu bangsa harus mempunyai roh sebagaimana dalam sila pertama Pancasila, Ketuhanan Yang Maha Esa. JK mengingatkan bangsa Indonesia juga memperingati 1 Juni sebagai Hari Pancasila.

“Karena itu setelah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta dibuka, maka doa akan menjadi roh bagi kota tersebut untuk memulai hidup normal baru,” ujarnya. Itu menjadi alasan JK mendesak masjid dibuka lebih dulu sebelum mal.

Protokol Kesehatan


Dia menyebut masjid harus memenuhi tiga unsur protokol kesehatan untuk bisa dibuka kembali menjalankan ibadah berjamaah. Tiga unsur tersebut, yakni jamaah salat menggunakan masker, salat dilakukan dengan menjaga jarak, dan cuci tangan sebelum masuk masjid (wudhu).

"Tempat paling disiplin protokol kesehatannya adalah rumah ibadah. Makanya dibuka pertama adalah masjid [ sebelum mal dan pusat ekonomi ]," kata JK.

Sementara itu, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti mengatakan pihaknya akan menggelar rapat pleno mengenai panduan ibadah new normal. "Muhammadiyah belum menerbitkan maklumat ibadah dalam era sekarang ini. Masih menggunakan maklumat yang lama yang kita terbitkan sebelum Idul Fitri,” katanya.

Jika terwujud, panduan ibadah era new normal itu bisa menjadi modal agar masjid bisa dibuka lebih dulu sebelum pasar, mal, dan lainnya. Seusai menerima kedatangan Satgas Covid-19 pimpinan Sufmi Dasco Ahmad, Mu'ti menjelaskan rapat pleno juga membahas hukum salat Jumat dua gelombang yang diusulkan oleh Dewan Masjid Indonesia.

Menurut Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) itu akan ada 3.000 Masjid yang siap dibuka seiring mulai membaiknya angka kasus di 121 daerah di Indonesia. Termasuk  DKI Jakarta juga menunjukkan angka penurunan kasus walau tidak signifikan.

DMI juga telah mendukung Masjid untuk mencegah penularan COVID-19 dengan membagikan karbol serta cairan disinfektan ke ratusan ribu Masjid di sejumlah daerah termasuk DKI Jakarta. (gas/hud)
×
Berita Terbaru Update