-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Nyanyi Indonesia Raya di Bioskop Sendirian

Jumat, 19 Juni 2020 | 00.19 WIB Last Updated 2020-06-18T17:19:40Z

Oleh Tendi Murti

SAYA teringat beberapa bulan lalu waktu saya sama istri pacaran dan nonton film Bumi Manusia. Tentu saja sebelum pandemi Covid-19 menyerang. 

Seperti biasa, sebelum film mulai, iklan-iklan berseliweran di layar. Ada iklan makanan, film baru yang akan tayang sampai ke peringatan nggak boleh ngambil film yang sedang diputar.

Lampu yang tadinya remang-remang, mulai dimatikan. Tanda film mau mulai. Karena lagi nuansa hari kemerdekaan Indonesia, sebelum film dimulai, ada perintah di layar:

"Penonton dipersilakan berdiri untuk menyanyikan lagu Indonesia Raya."

Semua tiba-tiba diam. Ada yang pura-pura main HP, ada yang ingin berdiri namun malu, ada yang santai-santai saja nggak peduli sama perintah di layar.

Karena nggak ada yang mulai, baiklah akhirnya saya yang memutuskan untuk memulai pertama.

Saya langsung berdiri. Iya cuma sendirian. Lalu mulai saya teriak-teriak nyanyikan lagu Indonesia. Istri saya ketawa-ketawa saja. Hahaha

Akhirnya istri saya berdiri ikut nyanyi. Semua orang langsung lihat ke saya sambil memicingkan mata siapa ini orang gila.๐Ÿ˜‚

Satu per satu mulai berdiri dan nyanyi lagu sakral ini. Setelah lagu selesai, semua bertepuk tangan. Melihat dari muka mereka, rasanya mereka gembira karena sudah nyanyiin lagu kebangsaan ini. 

Hmmm, saya yakin di antara penonton tersebut, ada yang merasa rindu karena sudah lama nggak nyanyiin lagu Indonesia Raya. Momentum Alhamdulillah ...

Dari kejadian itu saya belajar bahwa banyak di antara kita mau berubah, tapi nggak semua berani memulai. Saya yakin dari sekian banyak penonton, ada yang ingin berdiri nyanyiin lagu Indonesia Raya, tapi malu.

Begitu memang tabiat manusia. Makanya kenapa yang sukses itu sedikit. Karena yang berani bergerak memulai juga hanya sedikit. 
Kebanyakan dari kita nggak percaya diri dengan kemampuan yang kita punya. Padahal Allah sudah ngasih semua potensinya.

Ingat setiap orang itu unik. Dan Allah swt sudah ngasih keunikan tersebut ke kita. Tinggal mengasahnya. Caranya gimana? Baca buku LEGACY .✌️๐Ÿ˜…

Allah swt dalam Al-Quran berfirman:

"Apakah manusia mengira bahwa Kami tidak akan mengumpulkan (kembali) tulang-belulangnya? Ya, bahkan Kami mampu menyusun (kembali) ujung jari-jarinya dengan sempurna." (QS Al Qiyamah:3-4).

Pertanyaannya kenapa ujung jari? Menurut beberapa literatur yang saya baca bisa kuku bisa sidik jari. Kenapa? Karena sidik jari menjadi ciri fisik yang paling berbeda pada setiap orangnya. Nggak ada yang sama. Bahkan sekalipun yang kembar identik.

Yup, sekali lagi setiap manusia itu unik. Jadi, mulai aja dulu jadi pelopor. Menjadi yang pertama tentang sesuatu kebaikan.

Nggak usah ribet-ribet. Mulai dari apa yang kita sukai. Asalkan fokus, lakukan untuk banyak orang, in syaa Allah itu bakal jadi #LEGACY kita. Setelah itu biar Allah yang atur hidup kita.

Sekian,
Tendi Murti (Founder  KMO)


×
Berita Terbaru Update