-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Perahu Dihantam Gelombang Tinggi, 1 Nelayan Tewas 1 Hilang

Senin, 15 Juni 2020 | 09.43 WIB Last Updated 2020-06-15T02:43:08Z

Satu nelayan berhasil dievakuasi dalam kondisi sudah tak bernyawa.

TULUNGAGUNG (DutaJatim.com) - Hujan deras yang terjadi pada Sabtu (13/06/2020) malam kemarin memicu gelombang tinggi di perairan Pantai Popoh yang ada di Desa Besole Kecamatan Besuki Kabupaten Tulungagung Jawa Timur. Pantai Popoh menghadap ke Laut Selatan atau Samudera Hindia yang terkenal ganas.

Apes dialami para nelayan di sana. Saat gelombang tinggi terjadi, terdapat tiga perahu kecil milik nelayan setempat yang sedang mencari ikan. Akibatnya satu perahu kecil mengalami kerusakan karena digulung ombak, sedang dua nelayan yang ada di atas perahu, hilang tertelan gelombang.

Kapolsek Besuki, AKP Sumaji, saat dikonfirmasi mengenai hal ini mengatakan, aparat dan Tim SAR saat melakukan pencarian  Minggu 14 Juni 2020 siang kemarin baru menemukan satu nelayan yang sempat dinyatakan hilang. Korban bernama Abdul Wakit (50) warga Kecamatan Lumbang Kabupaten Pasuruan, yang ditemukan mengapung di tengah laut. Korban berhasil divakuasi ke daratan.

“Satu yang sudah dievakuasi, diketahui posisinya jam 14.00 kemudian evakuasi selesai jam 16.00,” kata AKP Sumaji saat dihubungi Senin 15 Juni 2020 pagi tadi.

Sedangkan satu nelayan lain yakni Yopi Andika (28) warga Desa Besole Kecamatan Besuki Tulungagung, masih belum dievakuasi karena kondisi cuaca buruk di lokasi kejadian. Pencarian dilanjutkan Senin pagi tadi.

“Posisinya sudah kita deteksi tapi evakuasi belum berhasil karena cuacanya sedang buruk,” terangnya.

Sumaji mengatakan, menurut keterangan saksi, sebelum kejadian kedua korban berangkat mencari ikan bersama dua orang nelayan lain yakni Tadi dan Boirin, ayah Yopi.

Keempat nelayan tersebut berangkat melaut pada Sabtu (13/06) sore sekitar pukul 16.00 menggunakan tiga buah perahu kecil.  Sekitar pukul 21.00 malam, keempatnya sudah berada di lokasi pencarian ikan yang dituju yakni di tengah laut. Kemudian seperti biasa keempatnya melakukan aktivitas pencarian ikan, namun cuaca buruk tiba-tiba datang disusul dengan gelombang tinggi.

“Penyebabnya karena gelombang tinggi dan cuaca buruk, perahunya terbalik” ungkap Sumaji.

Tinggi gelombang memecah perahu keci yang ditumpangi Abdul Wahit dan Yopi, kemudian keduanya hilang ditelan ombak. Sebenarnya 2 nelayan lain sempat melakukan upaya penyelamatan namun tingginya gelombang membuat upaya tersebut gagal. Hingga keduanya memilih kembali ke daratan untuk meminta bantuan pencarian.

Sumaji menjelaskan, karena kondisi cuaca yang tidak memungkinkan, untuk evakuasi satu nelayan yang sudah diketahui posisinya, dilakukan pencarian pada Senin (15/06) pagi ini. “Kemungkinan pagi ini evakuasi kita lanjutkan” pungkasnya. (fim/ndc)
×
Berita Terbaru Update