-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Risma Usul PSBB Surabaya Tak Diperpanjang, Ini Alasannya

Minggu, 07 Juni 2020 | 19.11 WIB Last Updated 2020-06-07T12:11:50Z


SURABAYA (DutaJatim.com) - Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk Surabaya Raya sudah tiga kali diterapkan dan akan berakhir Senin 8 Juni 2020 besok. Masih terjadi penambahan kasus baru Covid-19 di Surabaya sehingga sejumlah pihak menduga akan ada PSBB ke-4.

Update virus corona di Surabaya, terjadi penambahan sebanyak 38 kasus positif COVID-19. Sehingga total kasus positif corona di Surabaya hari ini adalah 2918 kasus.

Tetapi, ada juga kabar menggembirakan yakni peningkatan jumlah pasien sembuh yang meningkat pesat menjadi total 766 orang. Korban meninggal karena virus corona di Kota Surabaya juga bertambah 16 orang.

Peningkatan kasus virus corona yang semakin tinggi membuat Surabaya diberi indikator merah tua pada peta sebaran kasus virus corona di Jatim.

Semakin pekat warna suatu wilayah menandakan kasus virus corona yang semakin tinggi. Namun demikian Walikota Surabaya Tri Rismaharini akan mengusulkan tidak memperpanjang PSBB ke Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.


Risma mengatakan, faktor yang menjadi pertimbangan salah satunya soal ekonomi di Surabaya. 

"Kita gak bisa nahan (warga tidak kerja). Karena ini ada permasalahan ekonomi dan sebagainya. Mereka harus bisa nyari makan. Kita tidak bisa lihat kalau mal terus down gini, pegawainya bisa dipecat. Nah ini ga bisa, ini harus kita mulai," kata Risma kepada wartawan di Gelora Bung Tomo (GBT), Minggu (7/6/2020).

Risma juga mempertimbangkan nasib para karyawan hotel, mal, restoran hingga supermarket. Sebab, jika perekonomian tidak dihidupkan kembali, mereka bisa kena PHK.

Risma akan mengatur cara pembayarannya, bagaimana memberikan dan mengambil uang. Saat di toko barang, calon pembeli juga diatur agar tidak memegang produk dan mencoba pakaian.

"Nanti toko pakaian itu ga boleh dicoba, kemudian pembeli tidak boleh memegang. Tapi dia hanya nunjuk kemudian penjualnya mengambilkan untuk ditunjukkan," katanya. (nas/det)




×
Berita Terbaru Update