Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Semangat New Majapahit di Desa Pandanarum Pacet Mojokerto

Minggu, 14 Juni 2020 | 14.57 WIB Last Updated 2020-06-14T07:57:10Z

Setiap walisantri yang mengunjungi Ponpes Amanatul Ummah atau wisatawan yang melancong ke air panas di Kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto pasti melihat sosok balai desa yang memesona inu. Dialah Balai Desa Pandanarum. Yang desanya makmur. Yang mengambil spirit new Majapahit.



SEJENAK  termangu saat berdiri di depan pintu gerbang Balai Desa Pandanarum, Kec. Pacet Mojokerto. Gapura bentar ciri khas Kerajaan Majapahit itu berdiri kokoh, indah dan artistik dengan batu teracotanya.

Melewati gapura, saya disambut pendopo agung yang dibalut batu bata merah tanpa dipelester semen. Kanan kiri dan belakang pendopo terdapat deretan bangunan yang secara totality menggambarkan suasana masa lalu, masa Kejayaan Majapahit.

Untuk memperkuat kesan majapahitan ditanam empat pohon maja yang sudah berbuah lebat dan jangan coba coba mencicipinya, karena  amit amit pahitnya.

"Dari study literasi dan narasi para sesepuh, balai desa ini dibangun mendekati arsitektur Kerajaan Majapahit," kata Ardian sang arsitek saat ditemui di Balai Desa Pandanarum.

Ciri khas bangunan majapahitan baik gedung, candi dan gapura adalah berbahan batu bata merah atau teracota. Beda dengan zaman kerajaan sebelumnya yang banyak menggunakan batu alam.

Gapura khas Majapahit dikenal yang menawan ini konon membuat Sunan Gunung Jati kesemsem, sehingga  pintu gerbang keraton Kasepuhan Cirebon dibangun  tidak seperti gapura  yang tersebar di Jabar, tetapi mirip dengan gapura bentar.


Endik Sugianto, Kades Pandanarum

Menurut Kades Pandanarum, Endik Sugianto, balai desa ini dibangun tidak sekadar bangga dan membanggakan kehebatan Kerajaan Majapahit. Lebih dari itu, membangkitkan semangat new Majapahit di era global ini  jauh lebih penting.

Di antara semangat itu adalah memandirikan desa ini agar tetap berdiri tegak dalam segala situasi. Warga desa harus disejahterakan dan dijauhkan dari segala bentuk penderitaan. 

Pemerintahan desa membebaskan segala jenis iuran, sumbangan dan sejenisnya, termasuk untuk bangun balai desa ini. Warga desa diberdayakan dengan menstimulasi berdirinya UKM yang  berdaya saing.

Pendapatan Asli Desa alias PAD  saat ini sudah mencapai 750 juta rupiah/tahun. Pada beberapa tahun mendatang PADnya  ditargetkan melebihi angka Rp 2 miliyar/tahun. 

Dari mana dana tersebut diperoleh? 

Desa ini kaya potensi.  Pemanfaatan asset desa berupa property yang disewakan dan pengembangan agrowisata menjadi penyumbang terbesar kenaikan PAD.


"Kita sudah ancang ancang untuk mengembalikan  dana desa sebesar Rp 1 miliyar lebih itu untuk diberikan kepada desa yang lebih membutuhkannya," kata Endi.

Dengan PAD sebesar itu setiap warga kurang mampu atau siapapun yang membutuhkan akan dijamin oleh desa. 

"Insya Allah pendapatan desa ini akan dikembalikan untuk kesejahteraan warga," kata kades nyentrik berkepala plontos ini. (Nur Fakih)
×
Berita Terbaru Update