-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Susi, Gus Mus, dan Puisi 'Bila Kutitipkan'

Sabtu, 13 Juni 2020 | 11.40 WIB Last Updated 2020-06-13T04:40:50Z


SURABAYA (DutaJatim.com) - Dukungan KH A. Mustofa Bisri (Gus MUs) kepada mantan menteri kelautan dan perikanan Susi Pudjiastuti bukan hanya dilakukan sekarang saat dia meminta agar Presiden Jokowi konsisten memberantas illegal fishing. Dukungan Gus Mus itu wajar mengingat hubungan kedua tokoh cukup dekat. 

Selain saling bersilaturahim lewat media sosial, Susi juga menghadiri acara ulang tahun Gus Mus  ke 75 di Sam Poo Kong, Semarang, Rabu (14/8/2019) malam silam. Bahkan Susi membacakan puisi karya Gus Mus berjudul 'Bila Kutitipkan'. Hadir pula saat itu antara lain Mahfud MD, Ganjar Pranowo, Sudhamek, istri almarhum Gus Dur Sinta Nuriyah, serta sejumlah seniman dan budayawan tanah air lainnya.

Berita Terkait: Minta Jokowi Berantas Illegal Fishing, Susi Dapat Dukungan Gus Mus

Saat itu Gus Mus juga menyampaikan pesan kepada Presiden Joko Widodo bahwa dirinya mendukung Susi Pudjiastuti untuk tetap menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan. Ulama asal Rembang, Jawa Tengah, tersebut memberi alasan bahwa Susi memang penjaga laut Indonesia.  Gus Mus memuji Susi, perempuan asal Jawa Barat tersebut. "Kalau Bu Susi diganti mungkin laut rusak lagi. Tolong sampaikan ke Pak Jokowi, orang yang dekat Pak Jokowi, Gus Mus mendukung bu Susi," kata Gus Mus. 

Alasan Gus Mus mendukung Bu Susi adalah kecintaannya terhadap NKRI melalui kebijakan-kebijakan di bidang kelautan yang sangat jelas dan tegas. "Saya kagumi Bu Susi bukan sebagai menteri, saya kagumi sebagai perempuan Indonesia, yang bangga Indonesia, mencintai rakyat Indonesia," katanya lagi. Jika pun nantinya tidak dipilih lagi menjadi menteri, Gus Mus akan memberinya pekerjaan kepada Susi.

"Kalaupun tidak jadi menteri, saya kasih gawean (kerjaan, Red.)," canda Gus Mus disambut tawa hadiri.

Susi sendiri dalam kesempatan itu turut membacakan puisi karangan Gus Mus di depan ribuan warga yang hadir. "Saya dapat kiriman 1 lembar ditulis Gus Mus, dan saya diminta bacakan," ucap Susi. 

Dan Susi pun membacakan puisi berjudul "Bila Kutitipkan". Berikut kutipannya:

Bila kutitipkan dukaku pada langit
Pastilah langit memanggil mendung

Bila kutitipkan resahku pada angin
Pastilah angin menyeru badai

Bila kutitipkan geramku pada laut
Pastilah laut menggiring gelombang

Bila kutitipkan dendamku pada gunung
Pastilah gunung meluapkan api. Tapi

Kan kusimpan sendiri mendung dukaku
Dalam langit dadaku

Kusimpan sendiri badai resahku
Dalam angin desahku

Kusimpan sendiri gelombang geramku
Dalam laut pahamku

Kusimpan sendiri.


(gas)




×
Berita Terbaru Update