Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Wapres Yakin Pesantren Lebih Aman dari Covid-19

Monday, June 8, 2020 | 22:52 WIB Last Updated 2020-06-08T15:52:01Z


JAKARTA (DutaJatim.com) - Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin memberi wejangan di saat para santri memulai lagi pendidikan di pesantren. Hal ini karena situasinya sangat berbeda kala negeri ini dilanda wabah virus Corona. Virus Corona atau Covid-19 merusak dan mengubah semua sendi kehidupan termasuk di pondok pesantren. Untuk itu Wapres mengatakan pemerintah akan turut membantu pesantren dalam menyongsong tatanan normal baru atau new normal. Pemerintah akan membantu agar para santri aman dengan protokol kesehatan saat memasuki dunia pendidikan di pondok pesantren.

"Pemerintah akan menyiapkan untuk membantu pesantren, supaya sebelum santri masuk itu pesantren sudah disterilkan dulu, sudah aman dulu. Kemudian santri-santri masuk pun dilakukan test PCR, sehingga mereka sudah aman," kata Wapres KH Ma'ruf Amin, Senin 8 Juni 2020.

Kemudian para santri akan diarahkan supaya tetap menggunakan masker, menjaga jarak, cuci tangan dan lain sebagainya. Santri juga akan dilarang untuk keluar dari pesantren. "Dan mungkin mereka supaya aman tidak boleh keluar dari pesantren, menghindari bertemu dengan pihak lain," kata Kiai Ma'ruf Amin.

Pemerintah juga akan meminta gugus tugas di daerah untuk memandu dan mengamankan pesantren. Mengenai bagaimana teknisnya, pemerintah masih terus membahasnya.

Tokoh Nahdlatul Ulama ini yakin pesantren bisa jadi lebih aman dari sekolah-sekolah biasa saat menghadapi covid-19. Kiai Ma'ruf beralasan bahwa para santri di pesantren tidak keluar ke mana-mana.

"Kalau menurut saya kalau kita bisa mengelolanya dengan baik, di pesantren itu lebih aman dibandingkan sekolah. Kalau sekolah itu kan bolak balik, kalau masuk, pergi di jalan juga, di rumah juga, di sekolah juga," kata Ma'ruf.

Kiai Ma'ruf Amin juga meminta masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah meski sudah memasuki masa transisi. Menurutnya, penyebaran Covid-19 relatif sudah bisa terkontrol.

"Jadi, sekarang ini sudah bisa terkontrol, relatif sudah bisa terkontrol sehingga sudah bisa kita memasuki new normal itu. Nah, tetapi kuncinya adalah yaitu kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan," kata Wapres.


Meskipun demikian, Kiai Ma'ruf menilai penerapan protokol kesehatan pada masa transisi ini akan lebih sulit dibandingkan ketika PSBB masih diterapkan yang dimana belajar, ibadah dan bekerja dilakukan di rumah.

Kiai Ma'ruf melihat dengan mulai aktifnya kegiatan sosial perekonomian, maka masyarakat tidak mungkin menghindari keramaian. Masyarakat juga bisa saja bertemu dengan individu lain yang memiliki kesadaran rendah terhadap penerapan jarak sosial.

"Makanya harus lebih siap masyarakat untuk bisa menjaga dirinya dengan tetap menjaga atau menaati protokol kesehatan," ujar Ma'ruf.

Mengenai kelonggaran dalam pelaksanaan kegiatan peribadahan di rumah ibadah, Ma'ruf menekankan agar pelaksanaan ibadah tetap menerapkan aturan yang sudah ditetapkan.

Yakni seperti membawa alat peribadahan milik pribadi, memakai masker di lingkungan rumah ibadah, dan untuk umat Islam dapat merenggangkan saf serta wudu di rumah untuk menghindari antrian panjang di masjid. Hal itu bertujuan untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 di rumah ibadah. (vvn)

×
Berita Terbaru Update