Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Kapolres Baru Mojokerto Sowan ke Kiai Asep

Saturday, July 11, 2020 | 12:44 WIB Last Updated 2020-07-11T05:45:14Z
Kapolres Dony menerima Majalah Amanatul Ummah dari Kiai Asep Jumat 10 Juli 2020.

MOJOKERTO (DutaJatim.com) - Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Amanatul Ummah Desa Kembangbelor, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MAg.,  menerima kunjungan (sowan) Kapolres Mojokerto yang baru, AKBP Dony Alexander, SIK, MH, di  kediamannya kompleks ponpes, Jumat (10/07/2020) malam. 

Dalam pertemuan  itu, Kapolres Dony sempat menyampaikan salam dari Kapolda Jatim, Irjen Pol Muhammad Fadil Imran untuk Kiai Asep--panggilan pengasuh Ponpes Amanatul Ummah.

"Kedatangan kami adalah menyampaikan salam dan pesan Kapolda  kepada Pak Kiai. Karena di sini terkategori sebagai Pondok Pesantren Tangguh, maka kami dari kepolisian untuk memastikan apakah sudah menjalankan protokol kesehatan?" kata Kapolres Dony kepada Kiai Asep saat ditemui di ruang tamu. 

Pesan dari Kapolda Jatim, lanjut Kapolres Dony, agar para santri yang baru masuk ke pesantren diberlakukan protokol kesehatan, sering cuci tangan dan pakai masker jika keluar berkegiatan di pesantren. Kapolres Dony akhirnya juga membenarkan bila semua prosedur kesehatan telah dilaksanakan di pesantren pimpinan Kiai Asep tersebut.




Kapolres Mojokerto tiba di ponpes dan bertemu Kiai Asep sekitar pukul 17.00 WIB. Sebelum masuk rumah Kiai Asep, Kapolres Mojokerto bersama tuan rumah meninjau prosedur masuknya santri ke masjid, serta sejumlah ruangan asrama santri. 

Sementara itu di hadapan Kapolres Mojokerto dan stafnya, Kiai Asep juga menjelaskan, semua prosedur kesehatan dan ditambah prosedural Islam yang telah dijalankan di dalam proses belajar-mengajar dalam ponpes.

 Yakni mulai dari proses penerimaan santri dari rumah masing-masing. Para santri harus mengikuti pemeriksaan kesehatan sejak tanggal 7 Juli lalu. Guna menangani pemeriksaan fisik, pihak ponpes melibatkan 20 dokter dipusatkan dalam kampus Institut KH Abdul Chalim (IKHAC). Para santri setelah diperiksa diangkut secara bergiliran dengan minibus milik pondok menuju asrama santri yang berjarak sekitar 1 km ke arah timur dari kampus IKHAC. Hingga kini belum ada hasil pemeriksaan kesehatan yang menunjukkan kondisi santri positif Corona Virus Desease - 2019 (Covid-19). 

Rombongan Kapolres Mojokerto sempat diajak sholat Maghrib berjama'ah diimami Kiai Asep di lantai dua rumah Kiai Asep. Usai istirahat dan menyantap hidangan yang disajikan oleh tuan rumah, Kiai Asep menghadiahkan sebuah buku biografi Kiai Asep berjudul: Kiai Besar bin Kiai Besar dan Berpikiran Besar. Masih ada lagi buah tangan dari Kiai Asep kepada Kapolres Mojokerto bersama stafnya, yaitu Majalah Amanatul Ummah edisi baru (Juli-September 2020), kemudian sarung dan beras @ 5 kg untuk para anggota rombongan.

Karena macam-macam buah tangan dari Kiai Asep ini, hingga Kapolres Mojokerto berkelakar kepada sejumlah stafnya. Pemberian oleh-oleh untuk dibawa pulang, tanpa kecuali seluruh tamu dapat jatah beras @ 5 kg dan sarung. Kecuali kapolresnya dapat tambahan buku dan majalah.


"Kamu ini datang ke sini gak bawa apa-apa. Tapi pulang koq bawa barang banyak sekali," cetus Kapolres yang disambut gerr anak buah yang berada di ruangan tersebut.

Sedangkan Kiai Asep juga menimpali kelakar Kapolres Dony, beras itu harus dibawa pulang. Karena beras itu adalah beras terenak se-Indonesia. (oko)
×
Berita Terbaru Update