-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Lagi-lagi Dokter Gugur karena Covid-19, Setelah Pamannya Kini Keponakannya Meningggal

Senin, 06 Juli 2020 | 13.24 WIB Last Updated 2020-07-06T06:24:02Z


SURABAYA (DutaJatim.com) - Inna lillahi wa Inna ilaihi Raji'un. Warga Jatim berduka. Lagi-lagi dokter terenggut nyawanya gegara Covid-19.

Kali ini dokter Program Profesi Dokter Spesialis Fakultas Kesehatan Universitas Airlangga (PPDS FK Unair) yang bertugas di RSU dr Soetomo meninggal dunia. Dokter itu, Dr Putri Wulan Sukmawati, meninggal setelah terpapar COVID-19 pada Minggu (7/6) tengah malam pukul 23.58 WIB.

Yang perlu mendapat perhatian adalah bahwa Dokter Residen Pediatri (Ilmu Kesehatan Anak) itu  ternyata keponakan dari almarhum dr Arief Basuki SpAn yang juga meninggal dunia pada 30 Juni 2020 lalu karena terpapar pula penyakit COVID-19. Almarhum dr Arief sendiri merupakan dokter anestesi di RS Haji, Surabaya.

Sebelum meninggal, almarhum dr Putri dan dr Arief sama-sama mendapatkan perawatan di RSU dr Soetomo. Hingga saat meninggal dunia ada di RSU dr Soetomo.

"Benar beliau keponakan  Dokter Arief. Perawatannya di RSU dr Soetomo, sama," kata Ketua IDI Surabaya, dr Brahmana Askandar kepada saat dihubungi Senin (6/7/2020).

Brahmana mengatakan, dr Putri mendapat perawatan sekitar 17 hari dan dr Arief dirawat selama sepekan lebih. Hingga mengembuskan napas terakhir di RS yang sama.

"Dirawat mulai tanggal 18 Juni (dr Putri) kalau nggak salah. Kira-kira seminggu lebih (dr Arief) dirawat," ujarnya.

Dia berharap masyarakat agar tidak mengabaikan protokol kesehatan selama pandemi Corona. Hal itu karena ancaman  kematian Corona adalah nyata.

"Kalau protokol kesehatan dijalani betul oleh masyarakat, pasien tidak meluber, rumah sakit tidak overload. Sehingga paparan tidak makin besar," katanya.



Sebelumnya dr Arief menunjukkan gejala COVID-19. Kemudian dirawat di RSU dr Soetomo selama sepekan. Namun kondisinya kian memburuk hingga meninggal dunia pada 30 Juni 2020 pukul 17.25 WIB di RSU dr Soetomo.

Almarhum sebelumnya bertugas sebagai dokter anestesi di RS Haji, Surabaya. "Iya (dr Arief meninggal), semua dokter anestesi menangani pasien COVID-19. Dokter intensive care dia," imbuhnya.

Hingga saat ini, sudah ada enam dokter yang meninggal karena terpapar COVID-19 di Surabaya. Pada 27 April lalu, dokter di RSUD Soewandhie, dr Barkatnu Indrawan Janguk meninggal karena terpapar Corona dari pasiennya yang tak jujur. Lalu pada 18 Mei, dr Boedhi Harsono gugur di usia 60 tahun dengan status COVID-19.

Dokter ketiga yang gugur karena terpapar COVID-19 yakni dokter dari RSU dr Soetomo, Miftah Fawzy Sarengat. Ia tutup usia di umur 34 tahun pada 10 Juni. Lalu dr Sukarno meninggal pada 28 Juni di Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) Unair.

"Mudah-mudahan ini yang terakhir. Sehingga tidak ada tenaga dokter maupun tenaga kesehatan yang meninggal (karena terpapar COVID-19)," katanya. (det/wis)


×
Berita Terbaru Update