-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Menteri Agama Diminta Fokus Tingkatkan Kualitas Pendidikan di Pesantren Masa Pandemi Covid-19

Sabtu, 25 Juli 2020 | 06.31 WIB Last Updated 2020-07-24T23:31:45Z


JAKARTA (DutaJatim.com) - Pondok pesantren saat ini memasuki masa new normal. Proses belajar mengajar pun mulai berlangsung.  Meski  demikian ada pula pesantren yang belum memasukkan santrinya dan sebagian lagi belajar dari rumah.

Misalnya Pondok Pesantren Amanatul Ummah Surabaya dan Pacet Mojokerto serta Pondok Pesantren Gontor Ponorogo sudah memasukkan santrinya. Pesantren sudah menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Tapi masih ada temuan positif Covid-19 seperti terjadi di Pondok Gontor 2 Ponorogo di mana sebanyak 12 santri dilaporkan kena Corona. 

Tentu saja hal itu sangat berpengaruh terhadap proses belajar mengajar khususnya kondisi kesehatan dan psikologi santri yang pada akhirnya bisa berimbas pada kualitas pendidikan di pesantren.

Untuk itu Menteri Agama Fachrul Razi diminta fokus dalam masalah peningkatan mutu pendidikan Islam seperti di pesantren. Mutu pendidikan ini penting mengingat saat ini tengah dilanda pandemi Corona COVID-19.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) PBNU, KH Abdul Ghaffar Rozin atau Gus Rozin, menilai perhatian terhadap pesantren ini harus jadi prioritas Menag Fachrul. Dia menyinggung bantuan insentif untuk pesantren seperti rapid test ternyata baru diberlakukan setelah ada protes dari publik.

"Perjuangan insentif ini pun baru ada setelah didesak-desak publik," kata Abdul, dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu, 25 Juli 2020.

Menurutnya, Fachrul harus bisa aktif memantau penanganan COVID-19 di pesantren. Salah satunya terjun dan mengecek langsung ke lapangan dengan mendatangi pesantren terdampak COVID-19.

Dengan potensi penyebaran COVID-19 ke kalangan santri, maka ia mengingatkan lagi pesantren mesti jadi perhatian serius. 

"Perkembangan akhir-akhir ini perlu dijadikan perhatian semua pihak dengan serius," jelas pengasuh Pondok Pesantren Maslakul Huda ini.

Selain itu, ia berharap sebagai Menteri Agama, Fachrul tak lagi menggulirkan pernyataan kontroversial seperti radikal atau penggunaan cingkrang. Pernyataan Fachrul ini sempat jadi polemik berujung gaduh di awal kabinet Indonesia Maju baru memulai kinerja.


Menurutnya, Fachrul bisa fokus terhadap problem seperti kebijakan dari solusi peningkatan mutu pendidikan Islam di tengah pandemi ini.

"Sejauh yang kita tahu bersama sejak awal, konsen Menag terhadap problem dan peningkatan mutu pendidikan Islam secara umum belum banyak kelihatan," ujarnya.


Sebelumnya, pemerintah sudah menyiapkan dana sebesar Rp2,59 triliun bagi pondok pesantren untuk menghadapi dampak wabah COVID-19. Tujuannya sebagai bantuan adaptasi kebiasaan baru di pesantren.

Anggaran itu disiapkan sesuai dengan Surat Menteri Keuangan Nomor S-149/MK.2/2020 pada 13 Juli 2020 dan Surat Pengesahan Revisi Anggaran Nomor S-1140/AG/2020 pada tanggal yang sama.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Kamaruddin Amin mengatakan bahwa besaran anggaran itu telah menjadi Daftar Isian Pelaksana Anggaran atau DIPA di direktoratnya.

"Anggaran sudah disahkan dan sudah jadi DIPA di kami. Tantangannya saat ini strategi untuk menyalurkan bantuan ini secara cepat, akuntabel, dan tepat sasaran," kata Kamarudin saat konferensi pers, Kamis, 16 Juli 2020. (hud/vvn)

×
Berita Terbaru Update