-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Gabungkan Pendekatan Sains dan Spiritual Tangani Covid-19 Lewat Salawat Li Khomsatun, Gubernur Khofifah Terima Penghargaan dari Kemenag

Saturday, August 22, 2020 | 1:48 PM WIB Last Updated 2020-08-22T06:48:05Z

 



JAKARTA (DutaJatim.com) - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menerima penghargaan dari Kementerian Agama atas upayanya dalam penanganan Covid-19 melalui pendekatan sains dan spiritual. 

Penghargaan berupa piagam dan trofi itu diserahkan langsung oleh Menteri Agama RI Fachrul Razi kepada Gubernur Khofifah yang diwakilkan oleh Kepala Biro Kesejahteraan Sosial (Kesos) Provinsi Jatim Hudiono, pada acara Malam Penganugerahan dan Rapat Kelulusan UM-PTKIN Tahun 2020 yang digelar di Hotel Harris Vertu Jakarta, Jumat (21/8/2020) malam.

Penghargaan ini diberikan atas rekomendasi Forum Pimpinan PTKIN, khusus kepada Gubernur Khofifah atas inisiasinya sebagai satu-satunya Gubernur yang melawan pandemi Covid-19 melalui pendekatan sains dan  spiritual. 

Tak hanya pendekatan secara sains dan teknologi, namun juga disempurnakan melalui pendekatan spiritualitas berupa doa, wirid, dan selawatan.

Ditemui terpisah, Gubernur perempuan pertama Jatim ini pun berbagi kebahagiaannya kepada awak media. 

Dia mengaku senang, bangga, bahkan tidak mengira akan mendapat apresiasi besar dari Kemenag RI. 

Untuk itu, dia berterima kasih kepada Menteri Fachrul Razi dan berharap bisa meluas ke wilayah lain di Indonesia.

"Alhamdulillah, ikhtiar yang telah kami lakukan ini mendapat apresiasi dari Pak Menteri dan jajaran Forum Pimpinan PTKIN. Mari terus kita kumandangkan Salawat Li Khomsatun ini yang merupakan ijazah Hadrotusy Syeihk KH. Hasyim Asy'ary  tentu seiring dengan pendekatan sains kedokteran , tak hanya di Jawa Timur, tetapi juga  bagi saudara-saudara kita lainnya," ungkap Gubernur Khofifah.

Melalui tren salawat Li Khomsatun, Gubernur Khofifah berharap akan peningkatan kesadaran pentingnya kesehatan rohani bagi masyarakat di tengah pandemi Covid-19 saat ini. 

Dalam menjaga maupun meningkatkan imunitas tubuh, tak hanya melalui olahraga maupun pola hidup sehat. Kesehatan mental atau rohani, menurutnya bisa menjadi salah satu faktor pendukung.

"Kita harus yakin, bahwa kita bisa melewati pandemi Covid-19 ini. Maka dari itu, saya harap masyarakat bisa terus mematuhi protokol kesehatan, memperkuat imunitas diri baik secara jasmani maupun rohaninya," pesan Khofifah.

Gubernur Khofifah membuat video singkat, dia melantunkan salawat Li Khomsatun yang berhasil viral di masyarakat. 

Video berdurasi dua menit itu, berisikan lantunan salawat serta doa guna keselamatan dan kesembuhan bagi yang melantunkannya.

Melalui video itu masyarakat, khususnya yang beragama Islam, diajak untuk terus berikhtiar melawan Covid-19 melalui penguatan rohani. 

Sementara bagi yang beragama lain, dirinya juga terus menekankan pentingnya kesehatan rohani untuk menjaga imunitas tubuh agar tetap stabil.

Sementara itu, Menteri Agama Fachrul Razi pun memuji atas upaya yang dilaksanakan oleh Gubernur Khofifah. 

"Saya memberikan apresiasi yang sangat tinggi kepada para pimpinan daerah yang sangat luar biasa, seperti Ibu Gubernur Jawa Timur," tutut Fachrul Razi kepada awak media.

Untuk itu dirinya juga mengingatkan kepada seluruh masyarakat bahwa agama harus menjadi pegangan yang utama. 

“Cara kita mensyukuri nikmat adalah menjadi ambassador terbaik dalam agama Islam dan saya selalu ingin menyampaikan bahwa agama harus menjadi pegangan kita utama. Pegangan utama kita dalam menerjemahkan hadis dan quran yaitu  bahwa islam merupakan rahmatan lil alamin,” kata Menag.

Jember dan Tulungagung Terbaik

Tak hanya Gubernur Khofifah yang berhasil menorehkan prestasi. 

Dua Kabupaten asal Jawa Timur juga dianugerahi sebagai pemimpin daerah Peduli Pendidikan Islam. 

Keduanya adalah Kabupaten Tulungagung dan Kabupaten Jember, yang masing-masing berada pada peringkat dua dan tiga setelah Kota Palembang.

Dengan dua Kabupaten berada pada posisi teratas, Jatim pun tercatat sebagai Provinsi yang paling banyak memberikan perwakilan dalam daftar peringkat tahun ini. 

Capaian ini menjadi satu hal spesial karena walaupun di tengah pandemi Covid-19, tidak menyurutkan masyarakat kedua daerah untuk melakukan pendaftaran dan partisipasi ujian secara online. 

"Saran saya untuk bisa dibenahi dan disempurnakan karena kita belum tahu, kapan Covid-19 akan hilang," pesan Menag Fahrul Razi.(gas)
×
Berita Terbaru Update