-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Gemati Lahir di Monumen Merdeka Atau Mati, Langsung Dukung Karsa Sebagai Bupati Lamongan

Thursday, August 20, 2020 | 8:28 PM WIB Last Updated 2020-08-20T13:28:56Z





LAMONGAN (DutaJatim.com) - Deklarasi Gemati di monumen merdeka atau mati Kecamatan Karanggeneng Kabupaten Lamongan berlangsung khidmat Kamis 20 Agustus 2020. 

Kegiatan ini dihadiri  pasangan Bakal Calon (Bacalon) Bupati dan Bacalon Wakil Bupati Lamongan 2020 yang diusung oleh PKB dan PDI-Perjuangan, Kartika - Saim (KarSa). Lalu bagaimana asal muasalnya Gemati?




Berawal dari diskusi panjang tentang masalah pemerataan pembangunan, khususnya pembangunan SDM di Kabupaten Lamongan yang dirasakan masih tertinggal,  muncullah keinginan untuk menyatukan beberapa komunitas milenial di daerah ini. Jumlahnya cukup banyak.

Maka dipilihlah nama Gemati dengan berbagai pertimbangan. Pertama  arti Gemati secara harfiah diambil dari bahasa Jawa yang berarti perhatian, menjaga dan merawat sepenuh hati, khususnya untuk masyarakat Lamongan.

" Kedua, yang melatarbelakangi terbentuknya Gemati ini pada intinya akan memperjuangkan prinsip-prinsip pembangunan sumberdaya manusia di Kabupaten Lamongan yang bermartabat, maju, dan berdaya saing," terang Ketua Gemati, Mahrus Ali, saat konferensi pers di lokasi monumen merdeka atau mati Karanggeneng Lamongan.

Ketiga, komunitas Gemati adalah sebuah wadah gerakan masyarakat Lamongan yang terdiri dari berbagai lintas komunitas, lintas organisasi, lintas profesi, agama, suku, ras, dan golongan.

Menurut dia, gerakan lintas komunitas ini akan mengawal pembangunan Lamongan dari berbagai sektor, supaya bisa adil dan tepat sasaran. Sejarah terbentuknya Gemati, kata dia, mulai dibentuk pada awal 2020 dari pemikiran beberapa komunitas milenial Lamongan yang menginginkan perubahan ke arah yang lebih maju.

Makna Lambang

Dituturkan Mahrus, lambang Gemati dibuat dengan lambang dasar satu huruf yaitu " G" yang menyimbolkan kesederhanaan. Sedangkan warna ungu dipilih karena dalam ilmu aura tubuh yang dikenal sebagai warna cakra. Warna Ungu adalah chakra mahkota, chakra mahkota juga dikenal sebagai Sahasrara, terletak di bagian atas kepala.

Lanjutnya, terkait dengan mahkota kepala, sistem saraf, dan otak, dan mewakili pemikiran murni. Ungu juga memberi kesan empati, kasih sayang, kebaikan, dan cinta kemanusiaan. Hal itu adalah kualitas positif dari warna ungu. Sementara lambang panah menunjukkan keinginan dari Gemati yang ingin Lamongan lebih melesat maju.

" Selain itu, warna hijau pada panah menggambarkan dalam proses memajukan Lamongan juga senantiasa harus bisa mengayomi dan menyejukkan masyarakat kabupaten Lamongan," katanya.

Sebagai catatan sejarah, ujar Mahrus, Gemati dideklarasikan tanggal 20 Agustus 2020 bertepatan dengan tanggal 1 Muharrom 1442 Hijriyah. Dipilihnya tanggal tersebut dikarenakan momentum Agustus adalah hari kemerdekaan sebagai tanda penghargaan tertinggi bagi para
pahlawan.

"Kami berharap di tempat yang
sakral ini kami dapat mengambil semangat perjuangan para pejuang untuk meneruskan tongkat estafet perjuangan mereka mengisi kemerdekaan dengan membangun kabupaten Lamongan yang lebih maju," katanya.

Dikatakan, Gemati nantinya akan selalu berkomitmen menaungi dan memfasilitasi komunitas-komunitas yang tergabung di dalamnya untuk dapat juga mengembangkan komunitasnya masing-masing.

Menurut Mahrus, dengan bergabungnya lintas komunitas dari 27 kecamatan yang ada di kabupaten Lamongan dalam satu wadah ini, maka diharapkan akan terciptanya SDM lintas sektoral yang mampu bersama-sama berjuang membangun Lamongan yang lebih maju dan dipandang secara nasional maupun internasional.

Dukung KarSa

Sementara, Bakal Calon Bupati Kartika Hidayati dan Bakal Calon Wakil Bupati Lamongan Sa'im (KarSa) di lokasi Monumen Merdeka Atau Mati mengungkapkan, Gemati menjadi energy positif yang akan selalu memberikan inspirasi kepada seluruh pejuang.  Gemati berjuang bersama  KarSa. 


"Bahwa mereka tidak main-main didalam berjuang untuk memenangkan KarSa dan ujungnya harus menang. Seperti halnya para pejuang dulu memenangkan kemerdekaan Indonesia. Kita harus bersatu bersama-sama. Saya sangat bangga, karena ini berasal dari anak-anak muda. Sama dengan perubahan-perubahan yang dulu terjadi pada zaman kemerdekaan. Sekarang zaman merebut kesejahteraan. Semua  perubahan itu dikawal anak-anak muda," katanya.

Termasuk, kata dia, ketika anak-anak muda mengawal KarSa. Hal itu menjadi momentum yang luar biasa bagi KarSa dan  Gemati di Monumen Merdeka atau Mati. 


"Ini menjadi semangat mereka, bahwa anak-anak Gemati ini taglinenya juga Merdeka atau Mati. Maksudnya terus berjuang hingga  kemenangan ada di tangan," katanya. (ful)
×
Berita Terbaru Update