-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Menteri Luhut Minta Daerah Lain Tiru Pariwisata Banyuwangi

Thursday, August 13, 2020 | 4:25 AM WIB Last Updated 2020-08-12T21:25:39Z


Menteri  Luhut Binsar Pandjaitan saat berkunjung ke Banyuwangi. (Istimewa)


JAKARTA (DutaJatim.com) - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengimbau berbagai daerah untuk meniru langkah yang sudah dilakukan Bali dan Banyuwangi. Dua daerah itu pariwisatanya kembali menggeliat. Baik Bali maupun Banyuwangi Jawa Timur dinilai sudah menjalankan aktivitas pariwisata dengan protokol kesehatan yang baik.


"Saya minta bapak/ibu di pemerintah daerah harus ambil dan melakukan inisiatif terbaru. Apa yang dilakukan Bali, Banyuwangi, untuk reaktivasi jadi contoh baik, misal mungkin Jogja, Batam-Bintan atau tempat lain," kata Luhut dalam acara webinar Pariwisata, Rabu (12/8/2020).


Selain dua wilayah yang sudah dibuka aktivitas pariwisatanya tersebut, Indonesia memiliki potensi besar di banyak wilayah lain. Potensi itu diyakini Luhut bisa menjadi pemantik wisatawan domestik untuk datang ke wilayah tersebut.


"Semua inisiatif dan kegiatan kita upayakan harus digerakkan kembali aktivitas pariwisata dan utamakan kesehatan masyarakat. Jangan bosan-bosannya ingatkan patuh penggunaan masker, cuci tangan, dan social distancing, terutama di daerah padat penduduk," ujarnya.


Namun, dia meminta tetap meningkatkan kualitas protokol kesehatannya terlebih dahulu. Terutama untuk sejumlah wilayah yang merupakan pinggiran dari kota besar, harus menyiapkan protokol kesehatan yang baik. Jika tidak, dikhawatirkan bisa menimbulkan masalah baru.


"Tren menunjukkan wisatawan domestik akan melakukan kunjungan ke kota penyangga yang memiliki alam. Jakarta misalnya ke Sentul dan Puncak. Surabaya misalnya wisatawan ke Banyuwangi dan Bromo," katanya.


Sebelumnya Luhut mendukung pembukaan kembali pariwisata di Banyuwangi, Jawa Timur, pada era adaptasi kebiasaan baru (new normal) dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. 


"Kenapa Banyuwangi ini bagus, karena menurut saya, Pak Anas selaku Bupati Banyuwangi ini mampu melakukan kolaborasi dan tidak bekerja sendiri-sendiri, sehingga lebih efisien. Ekonomi dan Covid-19 itu saling berkaitan. Kalau penanganan Covid-19 bagus, maka ekonomi itu baik juga," katanya.


Kenapa dipilih Banyuwangi sebagai daerah pertama yang bersiap membuka wisatanya? Luhut beralasan Banyuwangi memiliki jumlah pasien sembuh dari virus corona (Covid-19) yang mencapai 80 persen. "Kita lihat bahwa di sini (Banyuwangi) Covid-19 itu yang positif ada 55 orang dari jumlah penduduk 1,7 juta dan 44 orang sudah sembuh. Jadi angka recoverynya yang sangat baik, lebih hampir 80 persen ke tingkat penyembuhan atau lebih. Mortality rate itu juga sangat rendah yaitu dua orang. Informasi ini penting untuk investor dan wisatawan yang akan datang nantinya," katanya. 


Seperti diketahui, Banyuwangi kini tengah mempersiapkan diri sebagai tuan rumah untuk ajang World Surf League (WSL) yang rencananya diselenggarakan Juli 2021. Pantai Plengkung atau yang lebih dikenal dengan nama G-Land adalah pantai yang terletak di kawasan Taman Nasional Alas Purwo, Kabupaten Banyuwangi yang akan dijadikan sebagai lokasi WSL Tahun 2021. "Nantinya kita juga mau dukung G-land karena untuk WSL di Juli tahun depan. Kita masih ada waktu sekitar satu tahun untuk mempersiapkan itu dan kita berharap pada waktu itu Covid-19 sudah lebih berkurang sehingga lebih banyak orang yang datang ke Indonesia," ujarnya. 


Selain melaksanakan protokol kesehatan, ia juga mengingatkan untuk tidak berkerumun di tempat umum dan menghargai usaha pencegahan penyebaran pandemi ini. "Di Jakarta itu, demonstrasi, mereka tahu nggak, bahwa itu dampaknya mereka bisa bikin klaster baru. Cobalah untuk menahan diri dahulu karena kita juga sama-sama menahan diri untuk tidak keluar rumah," ujarnya. (det/kcm)


×
Berita Terbaru Update