-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Saddam Hussain Kakar, Mahasiswa IKHAC Pacet asal Afghanistan: Menimba Ilmu dari Ulama NU untuk Kemajuan Daerahnya

Jumat, 07 Agustus 2020 | 11.08 WIB Last Updated 2020-08-07T04:21:59Z

 

Saddam Hussain (paling kiri) bersama temannya sesama mahasiswa IKHAC di kampus Pacet Mojokerto.


MOJOKERTO (DutaJatim.com) - Institut Pesantren KH Abdul Chalim (IKHAC) --yang merupakan perguruan tinggi di bawah naungan Pondok Pesantren Amanatul Ummah Kembangbelor, Pacet, Mojokerto, menjadi rujukan para mahasiswa yang ingin melanjutkan studinya. Universitas yang berideologi Aswaja ini juga menjadi jujukan peminat mahasiswa dalam negeri maupun luar negeri. 


Salah satu mahasiswa Luar Negeri yang memilih kampus  ini adalah Sadam Hussain Kakar. Mendapat Beasiswa Nahdlatul Ulama Afghanistan (MUA), Sadam memantapkan pilihannya untuk menimba ilmu di Indonesia. Selain karena mendapat beasiswa Sadam memilih Indonesia karena masyarakatnya yang baik, sopan dan banyak muslimnya. Dan untuk itu dia memilih kuliah di IKHAC Pacet.

“Saya sebenarnya tidak ada rencana ke luar negeri, tapi Indonesia  di mata masyarakat Afghanistan terkenal baik, sopan, ramah dan banyak muslimnya, itu terkenal di negara kami. Jadi saya coba di sini, cari ilmu di IKHAC ini,” kata mahasiwa asal Afghanistan tersebut kepada wartawan AmanatulUmmah.id, Jumat 7 Agustus 2020.


Ada perbedaan sistem pendidikan, khususnya belajar mengajar di Afghanistan dengan di kampus pesantren ini, membuat Sadam merasa senang dan nyaman. Bukan hanya orang-orangnya yang baik, tetapi tidak ada keangkuhan antara dosen dan mahasiswa. Ini  berbeda jauh dengan di Afghanistan yang karakter masyarakatnya keras.


“ Di Afghanistan itu keras sekali, di sini itu dosen-dosennya ramah, bukan keras tapi lebih membuat nyaman mengajarnya. Dan lebih banyak memberi informasi tentang Islam, NU, seperti itu,” kata Sadam. Pria kelahiran 10 Agustus 1997 ini. 

Sadam menempuh pendidikan jurusan Ekonomi Syariah di Fakultas Syariah IKHAC Pacet.


Kedekatannya dengan pendiri Pondok Pesantren Amanatul Ummah, KH. Asep Saifuddin Chalim, membuat Sadam juga ingin melanjutkan pascasarjananya di Kampus Pesantren ini. Hal itu karena dia 
merasa jika harus pulang ke Afghanistan, dia harus memiliki banyak ilmu yang akan diamalkan di negerinya. Ilmu dari ulama NU, khususnya ilmu dari Kiai Asep.


 "Saya akan  mempraktekkan ilmu yang saya dapat di kampus ini saat pulang  ke negara saya nanti. Ini demi kemajuan masyarakat daerah saya, khususnya dalam kehidupan beragama," kata Sadam. (Icha)








×
Berita Terbaru Update