-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Alhamdulillah, Akhirnya Puluhan Santri Al Izzah Kota Batu Sembuh

Selasa, 29 September 2020 | 18.17 WIB Last Updated 2020-09-29T11:17:46Z

 



BATU (DutaJatim.com) -  Alhamdulillah, akhirnya puluhan Santri Al Izzah Kota Batu sembuh. Namun demikian,  Jubir Satgas Covid-19 Kota Batu M. Chori menegaskan, tak ada tes swab kedua bagi para santri Al Izzah Islamic Boarding School Kota Batu. Para santri ini terkonfirmasi positif Covid-19 tanpa disertai gejala. 


Tak adanya swab kedua ini berdasarkan keterangan Dinkes Kota Batu yang merujuk pedoman pencegahan dan pengendalian Covid-19 revisi kelima yang diterbitkan Kemenkes.


Kurang lebih ada 600 warga pesantren yang menjalani tes swab. Mereka tak hanya santri, melainkan juga pengajar, petugas kebersihan, petugas jaga dan juru masak. Dari 600 orang itu dinyatakan 31 orang positif Covid-19. Namun belum ada keterangan hasil tes swab yang diikuti oleh warga pesantren lainnya.


“Bagi pasien konfirm tanpa gejala atau pasien konfirm dengan gejala ringan dan sedang, tidak perlu lagi dilakukan swab kedua follow up. Saat ini setelah pasien menyelesaikan masa isolasi selama dua pekan dan tanpa gejala, maka dapat dinyatakan sembuh,” kata Chori.


Keterangan resmi disampaikan Koordinator Satgas Penanganan Covid-19 Al Izzah, Aziz Effendy melalui unggahan akun Youtube seperti dilihat Selasa 29 September 2020. Aziz mengatakan Covid-19 di Al Izzah sudah memasuki fase kedua yaitu fase karantina selama 14 hari.  Pihaknya juga melibatkan tim konsultan kesehatan, dr Mulyadi Subarjo.


“Beliau juga sudah mereview kesehatan santri yang positif, negatif, dan santri karantina. Akhirnya kami dapat kesimpulan bahwa santri yang sudah kami karantina selama 14 hari, telah diberikan bebas pantau dan ada juga yang akan kami lakukan tindak lanjut berikutnya,” katanya.


Mulyadi merupakan dokter ahli paru. Berdasarkan penuturan Mulyadi, penanganan Covid-19 di Al Izzah menunjukkan progres yang baik. Dukungan juga diberikan pengasuh ponpes, tim medis, seluruh wali santri untuk mengatasi persoalan kesehatan yang saat ini dialami. Pihak ponpes juga melakukan survey pelayanan secara menyeluruh.


“Satu hal yang penting yaitu kami telah melakukan survey pelayanan kesehatan yang dilakukan saat awal terjadi sampai sekarang. Kebutuhan ini bisa menjawab permasalahan kesehatan yang dialami,” lanjut Mulyadi.


Santri yang mengalami kontak erat juga dinyatakan negatif berdasarkan hasil swab pertama dan masih membutuhkan pemantauan selama masa inkubasi 14 hari kedepan. Kasus yang terkonfirmasi Covid-19 dilakukan pemetaan terhadap gejala anak-anak. Sementara pada anak-anak bergejala dilakukan pemetaan gejala ringan, sedang dan berat.


“Dari hal tersebut kami dapatkan secara keseluruhan anak-anak terkonfirmasi banyak yang tanpa gejala dan gejala ringan, tidak ada yang gejala sedang atau berat,” tegasnya.


Dari pengembangan pemeriksaan terbaru, beberapa santri ada yang sudah lepas masa isolasi dan dinyatakan tidak infeksius sehingga diharapkan bisa beraktivitas. Sementara itu juga masih ada yang belum bebas masa isolasinya dan akan dilakukan upaya lebih.


Lebih lanjut, Aziz berujar, pihak ponpes akan intens melakukan pemantauan kesehatan setiap harinya. Tim medis juga melakukan pengendalian dan pencegahan infeksi terutama terhadap ruangan dan lingkungan sekitar pondok Al Izzah ini. 


"Setelah ini kami akan fokus pada ruangan yang perlu kami bersihkan, sterilkan, sehingga anak-anak bisa aktif kembali tanpa ada kekhawatiran bahwa ruangan tersebut msh infeksius,” pungkas Mulyadi. (ndc)
×
Berita Terbaru Update