-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Dua Tahun Kepemimpinan Badrut Tamam-Raja’e: Menata Start Melompat Menuju Pamekasan Hebat

Minggu, 20 September 2020 | 19.40 WIB Last Updated 2020-09-20T16:44:17Z

 



Bupati Pamekasan Badrut Tamam dan wakilnya, Raja’e, pada 24 September ini, genap dua tahun usia kepemimpinannya. Banyak dinamika yang terjadi selama keduanya memimpin bumi Gerbang Salam ini. Semangat ‘’melompat’’ dalam pelaksanaan pembangunan hingga munculnya riak-riak kecil resistensi akibat belum bertemunya sudut pandang, mewarnai perjalanan kepemimpinan keduanya. Berikut laporan Masdawi Dahlan wartawan DutaJatim.com di Pamekasan.



BADRUT TAMAM bersama Raja’e yang lebih dikenal dengan sebutan ‘’Berbaur’’ (Bersama Badrut Tamam dan Raja’e) memang menjadi pemimpin Pamekasan pada saat usia muda. Keduanya berusia hampir sama kisaran 42 tahun. 

Usia melineal itulah yang mendorong semangat yang kuat untuk membangun Pamekasan dengan melompat untuk bisa menjadikan Pamekasan sejajar dengan daerah maju lainnya.


Keduanya dilantik 22 September 2018. Di awal tahun kepemimpinanya Berbaur, tepatnya tahun anggaran 2019, belum bisa bekerja lancar, keduanya menghadapi kendala regulasi politik. 


Padahal saat itu sudah banyak tuntutan agar keduanya segera merealisasikan janjinya dalam kampanye Pilkada. Pada tahun itu visi dan misi yang diusung tidak bisa direalisasikan secara sempurna, karena APBD tahun itu masih berbau politik kebijakan kepemimpinan sebelumnya. 


Yang bisa dilakukan pada tahun anggaran 2019 itu adalah mencari celah penyesuaian agar sebagian program yang dijanjikan bisa terealisir. Ternyata ada celah. Program penyempurnaan birokrasi dan pelayanan public bisa dijalankannya, dengan dibangunnya Mall Pelayanan Publik (MPP). Juga yang melakukan terobosan promosi batik dengan membranding seluruh mobil dinas dengan batik tulis khas Pamekasan. Upayanya mendapat apresiasi  public yang bagus, bahkan MPP dan Branding Mobil Batik mendapat penghargaan MURI. 


Baru pada tahun anggaran 2020, Berbaur bisa menata start menyusun  anggaran dalam APBD secara maksimal untuk merealisasikan janji politiknya yang disesuaikan dengan program prioritas yang dibuat oleh Pemkab Pamekasan. Pada tahun anggaran 2020 inilah, muncul sejumlah program unggulan dan sebagian besar telah mulai berjalan dengan baik.


Untuk perbaikan pelayanan birokrasi, keberadaan MPP telah terasakan oleh masyarakat. Masyarakat dapat mengurus semua proses perijinan dan pelayanan di satu tempat dengan mudah  murah dan cepat. MPP yang ditempatkan di Gedung Islamic Center di Jalan Trunojo KM 4 Pamekasan, terus dibenahi fasilitas dan sarana pendukung lainnya.


Dalam penataan birokrasi Berbaur dengan lantang menyuarakan tampilnya birokrat atau ASN yang bersih dari KKN. Karena itu proses mutasi dan pergeseran jabatan  dijalankan secara transparan, bebas dari KKN dan jual beli jabatan. Berbaur telah lima kali selama dua tahun kepemimpinannya melakukan mutasi jabatan dengan bersih transparan.



Di bidang pendidikan, Berbaur memiliki program unggulan pemberian beasiswa bagi siswa dan santri yang berprestasi. Tidak tanggung-tanggung untuk ini Pemkab sediakan anggaran sekitar Rp 7 Miliar pertahun. Beasiswa santri telah mulai dijalankan dan penyerahan secara simbolis melalui perwakilan dilakukan oleh Bupati Badrut Tamam beberapa waktu lalu.  





Tercatat 2000 santri penerima program ini. Berbaur melihat beasiswa santri adalah satu cara terbaik memberikan kesetaraan bagi santri menjadi sejajar dengan peserta didik lainnya. 


Di bidang perbaikan ekonomi, Berbaur membuat program yang unik bernama Wira Usaha Baru (WUB).WUB menciptakan 10 ribu pengusaha baru selama lima tahun. Dalam program ini diterjunkan anak anak muda dari desa yang memilik potensi  untuk dilatih dengan keterampilan tertentu, lalu kemudian diberikan bantuan modal hingga bantuan pemesaran produk hasil usahanya. Hingga kini telah tercatat 2000 pengusaha baru yang siap hadir membangun Pamekasan. 

Di bidang pelayanan kesehatan, Berbaur membuat program Pamekasan Call Care (PCC). Program ini adalah pelayanan bidang kesehatan dimana Pemkab menyediakan sarana transportasi mobil SIGAP di tiap desa. Mobil ini diperuntukkan  melayani masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan. Terdapat 189 mobil SIGAP yang telah disediakan Pemkab di seluruh desa.


Hingga tahun kedua kepemimpinan Berbaur, dinamika politik kepemimpinannya bermunculan. Mulai dari munculnya pencapaian aneka ragam keberhasilan, hingga cobaan yang berupa belum samanya persepsi masyarakat tentang strategi  pembangunan yang dilaksanakan Berbaur. 


Pada saat yang bersamaan Berbaur dengan lantang juga menyuarakan tekad akselerasi pembangunan dengan narasi bekerja yang luar biasa, bukan biasa biasa saja. Cita cita untuk menjadi maju dan luar biasa harus dilakukan dengan usaha yang luar biasa pula. Berbaur mengajak para birokrat dan ASN meninggalkan kebiasaan lama menuju kebiasaan baru yang melayani bukan dilayani. 


Berusaha dengan cara yang luar biasa untuk menghasilkan yang luar biasa. Tidak ada hasil yang luar biasa dari usaha yang biasa biasa. Berbaur mengajak para ASN dilingkungan Pemkab Pamekasan untuk lepas dari zona nyaman menuju zona baru  yang menyatu dan sejajar dengan rakyat, tidak ada jarak. 


Dalam berbagai kesempatan Bupati Badrut Tamam selalu menyampaikan bahwa jabatan yang dipegangnya bersama wakilnya, Raja’e,  akan dijadikan sebagai sarana mengabdi kepada Allah SWT, bukan semata kekuasaan. Karena itu diberbagai kesempatan Badrut Tamam selalu menyampaikan bahwa dalam berikhtiar membangun Pamekasan wajib meminta pertolongan kepada Allah SWT. Lalu dibuatlah program Pamekasan bersolawat yang digelar di tiap kecamatan hingga desa, sebagai sarana meminta pertolongan Allah SWT. (mas)
×
Berita Terbaru Update