-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Ngaji Ba'da Subuh Bersama Gus Barra: Lemahkan Maksiatmu dan Jangan Duakan Allah untuk Capai Ketaqwaan

Minggu, 06 September 2020 | 06.23 WIB Last Updated 2020-09-05T23:39:02Z

 





MOJOKERTO (DutaJatim.com) - Jalani kehidupan di dunia ini dengan selalu melemahkan segala perbuatan maksiatmu dan jangan menduakan Allah SWT. Sebagaimana perbuatan kita saat menjalankan puasa.

Karena tujuan muslimin beribadah di dunia adalah untuk mencapai derajat ketaqwaan kepada Allah SWT. Derajat itu bisa diruntutkan dari kewajiban berpuasa Ramadhan.  




Demikian disampaikan Dr H Muhammad Al Barra, Lc, MHum, dalam pengajian Kitab Muroqil 'Ubudiyah secara rutin ba'da Subuh di Masjid KH Abdul Chalim Kampus IKHAC, Bendunganjati, Pacet, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Ahad (06/09/2020) pagi tadi.

Gus Barra yang juga calon Wakil Bupati Mojokerto berpasangan dengan calon bupati, dr Hj Ikfina Fatmawati ini, ternyata di sela kesibukannya masih tetap mengisi pengajian rutin kepada santri-santri dan mahasiswa di lingkungan  kampus Institut KH Abdul Chalim (IKHAC).


Pengajian yang diasuh Gus Barra ini secara istiqomah (rutin) diadakan ba'da Subuh, diselenggarakan sebanyak tiga kali. Yakni Hari Jum'at, Sabtu dan Ahad seperti pagi ini tadi.

Puasa itu, lanjut Gus Barra, adalah perbuatan yang tidak bisa dilakukan dengan pamer kepada orang lain. Lain dengan ibadah lain, seperti zakat, berhaji, sholat lima waktu atau sholat malam, semuanya masih bisa dilihat orang lain. Ketika perbuatan masih ingin dianggap dan diperlihatkan kepada manusia lain, berarti masih menduakan Allah.

"Jangankan menduakan Allah SWT, menduakan isteri saja - isterinya gak mau!" tegas Gus Barra - hingga disambut senyum para santrinya.

Karena itulah jalani kehidupan ini seperti orang berpuasa. Puasa kita adalah untuk melemahkan segala perbuatan kemaksiatan dan untuk tujuan mencapai derajat ketaqwaan yang tinggi kepada Allah SWT. 

Gus Barra bersama Ikfina (surabaya.tribunnews.com) 



Dr H Muhammad Al Barra, Lc, MHum., yang akrab dipanggil Gus Barra oleh santrinya, menguraikan penjelasannya, agar seluruh hambah Allah untuk mengamalkan kehidupan seperti orang berpuasa tiap hari. Yaitu dasar atau pondasi dari segala perbuatan. Sehingga amal perbuatan orang berpuasa adalah kuncinya beribadah kepada Allah SWT. 

Jika setiap langkah kita di dunia ini, menurut Gus Barra, seperti orang berpuasa, maka jangan berbuat maksiat. Kalau makan cukupkanlah yang tersedia dan tidak berlebihan. 

"Jika kita diajak bertengkar, maka jawablah saya sedang berpuasa. Kemudian dalam kehidupan sehari-hari, jangan pula kita memicu terjadinya perselisihan dengan sesamanya," kata Gus Barra. (oko)
×
Berita Terbaru Update