-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Prof Dr KH Asep di Peletakan Batu Pertama Pesantren Ma'had An Nur:Ponpes Agar Besar Lakulan 7 Syarat Ini

Jumat, 11 September 2020 | 17.23 WIB Last Updated 2020-09-11T10:23:15Z

 



MOJOKERTO (DutaJatim.com) – Prof. DR. KH Asep Saifuddin Chalim MAg, membuka resep, bagaimana agar dalam mengelola Pondok Pesantren bisa berhasil, besar, dan berkwalitas.

Seperti diketahui, Kiai Asep, pendiri dan pengasuh Ponpes Amanatul Ummah, Pacet, Mojokerto, tak kurang dari 8 tahun, Ponpesnya sudah berkembang besar dan berkwalitas. 

Dalam satu angkatan terakhir, lulusan setingkat SLTA  yang diterima di perguruan tinggi negeri dan luar negeri mencapai 1.000 calon mahasiswa.

Resep sukses membangun pesantren itu dibagikan oleh Kiai Asep saat akan melakukan prosesi Peletakan Batu Pertama Pembangunan Masjid dan Pondok Pesantren Ma’had An Nur, di Ds. Jurang Rejo, Kec. Singowangi, Kab. Mojokerto, Jumat, 11 September 2020.

Hadir pada acara tersebut sejumlah kiai, pejabat setempat dan tokoh masyarakat. Selanjutnya secara rinci dijelaskan oleh Kiai Asep, bahwa minimal ada 7 syarat agar dapat membangun dan mengelola sebuah pondok pesantren hingga bisa menjadi besar.

Yakni; Pertama, pengasuh dan santri (murid) harus bersungguh-sungguh. Karena tanpa kesungguhan, tidak akan ada hasil yang baik dan maksimal.

Kedua, para santri tidak boleh kenyang. Dalam arti, kalau makan harus berhenti sebelum kenyang. 

Karena perut kenyang itu membodohkan. Menghilangkan kecerdasan. Sehingga santri menjadi malas, kurang bisa mencerna ilmu, apalagi  hikmah dari sebuah ilmu.

Ketiga, pengasuh dan santri diusahakan selalu punya wudhu. Karena wajah yang berwudhu, itu mengeluarkan cahaya. Sedang ilmu itu nondhohir, dalam bentuk cahaya pula. Namanya cahaya ilmu.

Keempat, pengasuh dan santri jangan sekali-kali melakukan maksiat. Karena maksiat itu dosa, dan dosa itu membebani.

Kelima, setiap hari, pengasuh dan santri harus selalu membaca Al Qur'an, berikut artinya. Karena dalam Qur'an, terdapat petunjuk, obat dan keberkahan.

Keenam, pengurus dan santri harus selalu menegakkan sholat malam, disamping sholat lima waktu.

Karena dengan sholat malam, kita seakan-akan naik kendaraan, dimana kendaraan itu mampu mengantarmu menuju semua dan apa saja yang kalian inginkan.

Ketujuh, area pondok pesantren harus dipagari keliling. Dengan demikian, santri bisa terkontrol dan terjaga keamanan maupun kesehatannya.

Dan memang konsekwensi logisnya, pihak ponpes harus menyediakan kebutuhan santri, misalnya kantin, toko, dan lain-lain, yang secara tidak langsung akan memajukan Kompotrennya (Koperasi Pondok Pesantrennya).

Wejangan Kiai Asep ini, sangat menarik bagi para undangan, khususnya para pengurus Masjid dan Ponpes. Banyak dari mereka yang merekam dengan hp-nya. Dan juga ada yang menulisnya.


Bagi-bagi Uang

Pada kesempatan itu, Kiai Asep juga bersedekah kepada semua undangan.

"Tanpa mengurangi hormat saya kepada Bapak Ibu undangan semua, pada kesempatan ini saya akan memberikan sedikit uang, yang saya masukkan dalam dua amplop," kata Kiai Asep menjelaskan.

"Harapan saya, satu amplop bapak ibu sumbangkan untuk pembangunan masjid, dan satu amplop lagi boleh dibawa pulang. Tapi, bila bapak ibu tidak berkenan, kedua amplop tersebut boleh dibawah pulang semua," sambung Kiai Asep sambil tersenyum.

Dan syukur alhamdulillah, masyarakat Desa Jurang Rejo banyak yang menyumbang, dan sebagian kecil saja yang membawa pulang kedua amplop.

Dijelaskan Kiai Asep kepada wartawan Amanatul Ummah.id, bahwa apa yang dilakukan itu termasuk dakwah  sekaligus memberi proses pembelajaran, "belajar bersodakoh" meski kondisi ekonomi terbatas. "Ya bertahap, nggak bisa memaksa dan sekaligus," kata Kiai Asep. 

Terkait dua amplop tersebut, Kiai Asep selaku penasehat pembangunan masjid dan Ponpes, juga memberikan penjelasan pada para undangan, bahwa barang siapa yang membangun masjid, oleh Allah SWT akan dibangunkan rumah yang besar dan indah di dalam surga. 

"Nah dibangunkan Allah rumah di surga, artinya kita harus masuk surga," tegas Kiai Asep.

Apakah yang bisa membangun masjid hanya satu - dua orang yang membiayai ? Artinya hanya orang kaya yang bisa dapat rumah indah di surga ?

"Tidak, semua orang yang memiliki andil berdirinya masjid, itu masuk ke dalam kelompok orang yang dapat rumah indah di surga," tegas Kiai Asep.

Sebelumnya, Kiai Asep mengajak para undangan melakukan istighotsah, dengan membaca kalimah-kalimat thoyibah, dan berdoa agar diberikan kelancaran, kemudahan, dan keberkahan pada masjid dan Ponpes Ma'had An Nur.(Din/oko)
×
Berita Terbaru Update