-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Satu Lagi Dokter di Surabaya Meninggal karena Covid-19

Minggu, 06 September 2020 | 13.44 WIB Last Updated 2020-09-06T06:44:50Z

 



SURABAYA (DutaJatim.com)  - Kabar duka kembali datang dari kalangan dokter. Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Prof Dr Boediwarsono Sp. PD K-HOM, meninggal dunia. Guru besar Universitas Airlangga Surabaya spesialis penyakit dalam khusus kanker ini meninggal karena COVID-19.

Saat dikonfirmasi Ketua IDI Surabaya dr Brahmana membenarkan bahwa Boedi meninggal salah satunya karena COVID-19. Boedi meninggal di Rumah Sakit Darmo Surabaya pada Minggu (6/9/2020).

"Iya karena COVID-19. Tapi ada penyakit penyerta," kata Brahmana.


Brahmana mengatakan Boedi membuka praktik sendiri dan tidak bertugas langsung di ruang perawatan COVID-19. Kemungkinan, Boedi tertular saat praktik dan menerima pasien yang membawa virus Corona.

"Beliau umurnya 75 tahun, dan memang ada komorbid. Beliau  tidak bertugas di ruangan khusus perawatan COVID-19," kata Brahmana.

Minggu pagi tadi pukul 09.00 WIB, jenazah Boedi dibawa ke TPU Keputih. Sebelum diantar, beberapa perawat di RS Darmo menggelar salat jenazah kepada almarhum dengan protokol COVID-19.


Sementara anggota Gugus Kuratif COVID-19 Jatim dr Makhyan Jibril mengatakan bahwa almarhum dimakamkan dengan protokol kesehatan. Meski begitu Jibril belum mengetahui persis apakah almarhum Boedi positif COVID-19 atau tidak.

"Kalau dari protokolnya ya COVID-19. Masih kita konfirmasi detailnya," katanya.

Selama pandemi COVID-19, di Indonesia sudah ada 100 dokter lebih yang meninggal terpapar virus Corona. Di Jawa Timur, ada 27 dokter meninggal dan paling banyak dari Surabaya.


"Dokter yang meninggal karena COVID-19 di Jatim ada 27, paling banyak dari Surabaya 9," kata Ketua IDI Jatim dr Sutrisno SpOG.

Namun, tidak semua dokter yang meninggal murni karena virus COVID-19. Melainkan terdapat penyakit penyerta yang membuat kondisi tubuh semakin memburuk.

"Iya, yang sebagian besar ada komorbid, karena usia, karena diabetes ada juga yang jantung," ujarnya.

Sutrisno mengatakan, dari 27 dokter di Jatim yang meninggal karena terinfeksi COVID-19 kebanyakan tidak menangani pasien Corona secara langsung. "Sebagian besar mereka melayani pasien biasa bukan pasien COVID-19. Ada juga yang menangani langsung pasien COVID-19," jelasnya.

Banyaknya dokter yang meninggal akibat terpapar COVID-19, Sutrisno mengimbau masyarakat mentaati protokol kesehatan. Seperti menghindari kerumunan, jaga jarak, cuci tangan, menggunakan hand sanitizer hingga menggunakan masker.

"Patuhi protokol kesehatan, mematuhi itu saja sudah bagus. Banyak masyarakat yang tidak patuh masalahnya, mematuhi saja itu sudah top," katanya. (det/wis)


 
×
Berita Terbaru Update