-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Unesa Tak Sanksi Panitia PKKMB- FIP tapi Beri Konseling

Selasa, 15 September 2020 | 14.38 WIB Last Updated 2020-09-15T07:38:54Z

 

Vinda Maya Setianingrun (detik.com)


SURABAYA (DutaJatim.com) - Akhirnya Universitas Negeri Surabaya (Unesa) turun tangan mengatasi masalah video viral panitia ospek atau PKKMB membentak-bentak mahasiswa baru. Unesa tak memberi sanksi kepada senior atau panitia PKKMB. Namun demikian pihak kampus akan memberikan konseling kepada mereka.


"Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) mencoba memberikan konseling dengan maba dan panitia agar bisa diketahui kondisi psikologi mereka. Ini dilakukan sejak kasus ini viral Senin (14/9) malam.
Sebab ketika ini viral, secara psikologi mereka akan melakukan hal-hal di luar dugaan," kata Kepala Humas Unesa Vinda Maya Setianingrum kepada wartawan di Kampus Unesa, Selasa (15/9/2020).

Pihak kampus juga melakukan tracing kepada panitia dan maba. Hal itu untuk mengetahui kondisi mereka saat ini seperti apa pasca kasus ini jadi heboh di masyarakat.

Meski tak ada sanksi, Unesa tetap memanggil mahasiswa senior yang bentak Maba untuk diberi pengarahan.


"Teman-teman dari psikologi sudah melakukan pendekatan sejak viral," ujarnya.

Apa yang dilakukan oleh panitia PKKMB FIP ini, Vinda mengatakan untuk mendisiplinkan mahasiswa. Namun, setiap fakultas memiliki karakternya sendiri-sendiri untuk menyampaikan kedisiplinan.

"Masing-masing fakultas aturannya beda. Mungkin ada yang memberlakukan disiplin ketat, ada juga yang agak longgar. Jadi masing-masing fakultas punya karakter masing-masing," jelasnya.

Vinda mengatakan, FIP adalah satu di antara fakultas lain yang mencoba mendisiplinkan mabanya. Maka, FIP tidak ingin ada pelanggar tata tertib di fakultasnya.

"Satu diantaranya ketika ada satu pelanggaran yang dilakukan maba maunya adalah benar-benar diingatkan," kata  Vinda.

Sejumlah pihak menilai, disiplin sangat penting bagi mahasiswa. Namun cara pendisiplinan juga lebih penting agar apa yang diharapkan benarbenar dilakukan oleh maba. Bila modelnya dengan kekerasan seperti di masa lalu jelas tidak ada gunanya. Membentak maba adalah bentuk kekerasan yang mestinya dihindari. Apalagi pelanggarannya yang dilakukan maba tidak termasuk gawat. Sehingga kesannya hanya menunjukkan senioritas saja.

"Kami harap pihak Unesa memberi pelajaran kepada senior yang model lawas semacam itu," kata Huda Sabily, mahasiswa senior di Unesa Selasa siang. (nas/det)







×
Berita Terbaru Update