-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Warga Cemas Jembatan Ambles, Pemkab Lamongan Masih Hitung Anggaran Perbaikan

Rabu, 02 September 2020 | 08.50 WIB Last Updated 2020-09-02T01:50:58Z


Jembatan yang ambles itu mengancam warga.


LAMONGAN (DutaJatim.com) – Dua dinas terkait yakni Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan PU Bina Marga Kabupaten Lamongan melakukan cek lokasi jembatan di Desa Gintungan Kecamatan Kembangbau, Selasa (01/9/2020) siang. Dua Dinas tersebut meninjau bagian jembatan yang dikeluhkan warga karena rusak parah.

Hal itu lantaran jembatan yang menjadi salah satu akses jalan penghubung antar desa tersebut rusak. Kerusakan itu terlihat dari bagian jembatan yang ambles begitu parah. Maka akses jembatan itu sudah masuk pada kategori skala prioritas untuk segera diperbaiki.

Kerusakan itu membuat warga setempat resah setiap kali akan melintas. Jembatan itu terlihat cukup mengkhawatirkan jika tidak segera diperbaiki.


 “Jika melihat kondisi jembatan ini, sudah sangat mendesak untuk diperbaiki,"ujar Slamet Raharjo salah satu warga setempat.

Ditambahkan oleh Slamet," Pak Bupati yang terhormat, tolong perhatikan nasib kami, jalan-jalan yang kami gunakan sehari-hari rusak parah. Jalan ini yang katanya tanggung jawab Pemda (pemerintah daerah) kwalitasnya jauh dari kelayakan."

Jalan itu adalah akses terdekat warga. Lebih-lebih juga bagi anak-anak sekolah. "Mohon tindakan nyata dari Pemda, bukan janji belaka, hanya ini keinginan warga desa Gintungan dan sekitarnya. Kondisi semacam itu harus segera mendapat perbaikan. Ya keselamatan masyarakat itu harus diutamakan," pungkasnya.

Sementara terkait amblesnya badan jembatan itu mendapat tanggapan dari Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamongan Dr. Mugito, M.M. 

Saat dihubungi di ruang kerjanya, dia mengatakan, tahun ini sudah dilakukan upaya penanganan. Kalau soal perbaikan permanen sedang proses diusulkan. 


"Untuk teknis permanen itu kan butuh tahapan-tahapan. Usulan tahun ini apakah ditanggung APBD kabupaten atau pusat. Yang jelas terkait hal ini sudah diusulkan tapi ada refocusing," katanya.

Ditambahkan oleh Mugito,  setelah  cek lapangan tadi untuk sementara nanti disepakati upaya perbaikan darurat dengan dukungan pihak pemerintah bersama sama masyarakat secara gotong royong dengan cara menyiapkan bongkotan atau bambu gedek goling (anyaman bambu). 

Materialnya bambu serta peran serta masyarakat termasuk memberi rambu-rambu darurat. Hal ini bertujuan untuk meminimalisir bencana alam serta mengurangi resikonya, sambil menunggu usulan tersebut teranggarkan (disposisi).

" Kebijakan relokasi dan refocusing anggaran untuk penanganan Covid-19 sesuai dengan arahan Presiden RI, Joko Widodo berdasarkan Inpres Nomor 4 Tahun 2020. Mendagri juga menyampaikan bahwa realokasi dan refocusing anggaran fokus pada tiga hal, untuk penanganan kesehatan, stimulus ekonomi, dan jaring pengaman sosial, sehingga yang lain ditunda," tandas Mugito.

Ditempat yang sama, Kepala Dinas PU Bina Marga Kabupaten Lamongan. Ir. Eko Agus Triandono, M,Si  disampaikan melalui Kasi Pembangunan Jalan dan Jembatan Johan Sanjoko, ST mengatakan bahwa pihak PU Bina Marga setelah cek lokasi amblesnya badan jembatan segera melakukan kajian.


" Dari pihak pemerintah sendiri sebetulnya tahun 2019 itu ada paket stimulus ekonomi sudah disetujui oleh pemerintah pusat tinggal proses lelang saja, tapi masalahnya  karena dibulan tersebut ada pandemi covid-19. Jadi anggaran kegiatan pembangunan ada refocusing semua, termasuk jembatan itu," katanya. 


Soal usulan nantinya disetujui apa tidak. Johan menjelaskan, " kita tidak bisa menjamin, karena kementerian keuangan itu kita sudah mengusulkan banyak tapi tahu-tahu dapat satu titik kegiatan atau sama sekali tidak dapat kita belum tahu."

Sebetulnya terkait hal ini ada kepala seksi (Kasi) tersendiri yakni Kasi perawatan jalan dan jembatan. Lebih lanjut, terkait hal ini sebetunya bukan di titik obyek ini saja tapi jumlahnya banyak.

 Johan mengakui karena refocusing pada seksi peningkatan jalan dan jembatan sampai saat ini tidak ada kegiatan sama sekali. Lebih lanjut hal ini akan disampaikan ke Kasi Pemeliharaan Rutin Jalan dan Jembatan PU Bina Marga Rudy Cahyono, ST., karena terkait hitungan angka anggaran kegiatan. (ful)
×
Berita Terbaru Update