-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Zona Kuning, Pamekasan Mulai Terapkan Pembelajaran Tatap Muka, Siswa dan Guru Pun Senang

Jumat, 25 September 2020 | 10.40 WIB Last Updated 2020-09-25T03:40:51Z

 


PAMEKASAN (DutaJatim.com) - Setelah lebih dari lima bulan, Proses Belajar Mengajar (PBM) dilakukan dengan system pembelajaran jarak jauh, kini mulai Kamis (24/9/2020) pelaksanaan PBM tingkat SD dan SMP di Pamekasan sudah dilakukan dengan Pertemuan Tatap Muka (PTM). Langkah ini dilakukan setelah Pamekasan dinyatakan masuk dalam zona kuning penyebaran Covid 19.


Untuk itu Kepala Dinas Pendidikan Pamekasan Akhmad Zaini, Kamis (24/9/2020) melakukan kunjungan ke sejumlah sekolah untuk memastikan suasana hari pertama siswa masuk belajar dengan PTM. Zaini ikut menyambut kedatangan siswa di sejumlah sekolah sembari memantau para siswa yang melalui protokol kesehatan, diantaranya cek suhu, cuci tangan dan memakai masker.

 
“Alhamdulillah Pamekasan sudah masuk zona kuning penyebaran covid 19. 
Karena itu Pamekasan sudah bisa melakukan pembelajaran dengan tatap muka. Semua berjalan lancar dan baik. Saya melihat secara langsung kesiapan dan perlakuan sekolah dalam menyambut siswa. Semuanya sudah sesuai dan memenuhi standar protocol pencegahan penyebaran covid-19,” katanya.  


Dia berharap PTM ini dapat berjalan dengan baik dan tidak ada gangguan apalagi sampai menjadi penyebab munculnya cluster baru penyebaran virus covid-19. Dengan dibukanya sekolah dan dimulainya PTM ini, diharapkan kabupaten Pamekasa setidaknya tetap mampu mempertahankan status zona kuning, atau bahkan meningkat menjadi zona hijau, sehingga PTM dapat dilaksanakan secara penuh di seluruh jenjang pendidikan. 


Untuk sementara, lanjut Zaini, pembelajaran tatap muka di Pamekasan masih dimulai dari jenjang SD dan SMP. Sedangkan untuk jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) masih harus menunda hingga dua bulan lagi, menunggu kepastian keamanan dengan dibukanya sekolah PTM di jenjang SD dan SMP. 



Sesuai dengan protap kesehatan, PBM dengan PTM harus  menggunakan standar protocol pencegahan penyebaran virus covid-19. Misalnya siswa harus terlebih dahulu diukur suhu tubuh  sebelum memasuki sekolah. Selama melakukan PBM di sekolah siswa wajib memakai masker, menjaga jarak dan tidak berkerumun. Karena itu tempat duduk siswa berjarak dan siswa masuk secara tidak bersamaan atau bergantian. 



Mohammad Hairi, Kepala SDN Lawangan Daya 2 kecamatan Kota Pamekasan mengaku gembira dengan diberlakukannya kembali PBM dengan PTM di jenjang SD. Karena hal itu merupaan permintaan orangtua siswa yang ingin putra putrinya kembali masuk sekolah. Meski demikian, dia tetap berusaha agar PBM dengan PTM ini tidak menjadi penyebab munculnya cluster baru Covid 19.

Kegembiraan juga diungkapkan Gatot Subroto Kepala SDN Bulay 1 Kecamatan Galis. Dia mengatakan para siswa dan guru senang dan bersemagat dengan kembali pada PBM sistem PTM tersebut.


Dia juga mengaku beberapa hari lalu Kepala Dians Pendidikan telah mengunjungi sekolahnya untuk memastikan kesiapaan sekolah menyambut PBM dengan system PTM.

 
Di jenjang SMP, Kepala SMPN 2 Proppo Syaiful Rizal, juga mengaku telah mempersiapkan segala kebutuhan sarana dan prasarana untuk normalnya pelaksanaan PBM dengan PTM disekolahnya. Termasuk sarana mencegah terjadinya penularan covid 19. Dia mengaku PBM dengan PTM sangat ditunggu karena di sebagian besar siswanya kesulitan sinyal saat PBM dengan system daring. (mas)
×
Berita Terbaru Update