-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Acara Tabur Bunga Gatot Nurmantyo Didemo, Ada Apa?

Kamis, 01 Oktober 2020 | 08.13 WIB Last Updated 2020-10-01T01:13:56Z

 


JAKARTA (DutaJatim.com) -  Setelah di Surabaya, Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo kembali menghadapi perundungan di Jakarta. Kali ini terjadi saat Gatot bersama para purnawirawan TNI melakukan ziarah dan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan, Rabu 30 September 2020 sore. Hingga Kamis hari ini kejadian itu ramai jadi pembicaraan di media sosial.



Acara ziarah sempat diwarnai kericuhan. Saat dikonfirmasi Dandim Jakarta Selatan Kolonel Inf Ucu Yustiana yang mengamankan kejadian tersebut mengungkapkan, bahwa kericuhan itu terjadi setelah kegiatan ziarah dan tabur bunga yang dihadiri para purnawirawan TNI itu sudah selesai. Ucu sewaktu kegiatan ziarah sudah selesai masih bersama dengan para purnawirawan di dalam kompleks  TMP.



"Jadi nggak terlalu monitor pas kejadiannya, mungkin Kapolres yang lebih tahu kronologis kejadian," kata Ucu Yustiana seperti dikutip dari detikcom.



"Kericuhan itu terjadi setelah beliau (Gatot Nurmantyo) meninggalkan TMP," ujar Ucu.



Ucu sendiri sempat berdialog dengan Gatot Nurmantyo saat itu. Ucu menjelaskan kepada Gatot Nurmantyo terkait protokol kesehatan tentang COVID-19.



"Waktu ada beliau (Gatot Nurmantyo) nggak ricuh, kita fasilitasi beliau untuk ziarah, tapi dengan mengikuti protokol di TMP Kalibata bahwa ada pembatasan peserta ziarah dan beliau menuruti protokol tersebut," katanya.


Kegiatan ziarah dan tabur bunga yang diselenggarakan purnawirawan TNI dan Gatot Nurmantyo sempat diwarnai kericuhan. Sekelompok orang dari elemen mahasiswa datang dan melakukan unjuk rasa.


Kericuhan tersebut terjadi sekitar pukul 16.00 WIB. Kericuhan bermula ketika sekelompok orang yang mengatasnamakan mahasiswa datang ke TMP Kalibata menolak aksi tabur bunga Gatot Nurmantyo cs yang disebut sebagai aksi mengenang korban pemberontakan G30S/PKI.


Massa yang menolak aksi tersebut sempat dikejar oleh massa purnawirawan. 

Seperti diberitakan gelora.co, ratusan orang yang memprotes kedatangan Gatot itu langsung bubar saat didatangi oleh sejumlah ormas yang turut serta dalam kegiatan tabur bunga Pahlawan Revolusi bersama para purnawirawan TNI. Para demonstran yang memprotes Gatot kabur ke arah Cililitan, Jakarta Timur.

Ormas yang ikut dalam kegiatan tabur bunga di antaranya Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan (FKPPI), Bang Japar dan lainnya. Mereka mengawal kegiatan tabur bunga yang dipimpin oleh mantan Panglima TNI itu.

Setelah massa yang memprotes kabur, selanjutnya Gatot bersama para Purnawirawan Pengawal Kedaulatan Negara berhadapan dengan personel TNI dan Polri. Bahkan, Gatot sempat bersitegang dengan Dandim Jakarta Selatan Kolonel inf Ucu Yustia saat mau masuk ke area makam.

“Ini di makam pahlawan ya. Anda punya Sapta Marga, sumpah prajurit. Anda bertanggungjawab kepada Tuhan Yang Maha Esa bahwa kami purnawirawan akan menghormati para pahlawan yang jadi korban G30S/PKI," kata Gatot.

Kemudian, Dandim Jakarta Selatan Kolonel inf Ucu Yustia menyampaikan hanya melaksanakan tugas dan tidak ada maksud untuk melarang Jenderal (Purn) Gatot bersama para purnawirawan yang mau berziarah dan tabur bunga ke makam pahlawan.

“Kami hanya menjalankan tugas agar sesuai dengan protokol kesehatan,” ujarnya.

Akhirnya, Gatot menghormati para prajurit TNI yang sedang melaksanakan tugasnya sehingga ia diperbolehkan masuk berziarah dengan mematuhi protokol kesehatan, yakni per kelompok maksimal 30 orang.

Sementara itu, Ketua Purnawirawan Pengawal Kedaulatan Negara, Laksanama Madya (Purn) Suharto, sempat dicegah oleh Dandim saat mau membacakan pernyataan sikap di depan sejumlah ormas. Bahkan, kertas pernyataan sikap itu sempat mau direbut oleh Dandim. 

Kericuhan di TMP Kalibata itu viral di media sosial. Saat itu, terlihat juga ada Gatot Nurmantyo memakai baret merah di lokasi.

(det/wis)


×
Berita Terbaru Update