-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Awas Banjir dan Longsor, di Pangandaran 2 Tewas, Warga Tangerang Terendam

Tuesday, October 27, 2020 | 9:10 PM WIB Last Updated 2020-10-27T14:10:43Z
Kawasan Pasar Banjarsari terendam banjir. (radartasikmalaya.com)


PANGANDARAN (DutaJatim.com) -  Musim bencana tiba. Awas banjir dan longsor. Masyarakat Indonesia, khususnya di Jawa Timur, diminta waspada. Pasalnya, musim hujan tahun 2020-2021 ini berbarengan dengan fenomena alam La Nilna yang memicu banjir besar.


Bencana banjir dan longsor misalnya terjadi di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Selasa, 27 Oktober 2020. Bahkan musibah ini merenggut dua korban jiwa. Selain itu, sebanyak 111 keluarga atau 311 jiwa juga terdampak banjir dan longsor tersebut. Intesitas hujan yang lama dan tinggi, membuat banjir terjadi dan merendam enam desa tersebut. 


Data sementara dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pangandaran, tercatat, sedikitnya 111 rumah di enam desa dan empat kecamatan terendam banjir. Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati, merinci desa yang terdampak meliputi Desa Pasirgeulis dan Desa Karangmulya di Kecamatan Padaherang.  Desa Jadikarya di Kecamatan Langkaplancar, Desa Cikalong di Kecamatan Sidamulih dan Desa Bojong di Kecamatan Parigi.


"Hingga saat ini pihak BPBD Kabupaten Pangandaran dan instansi terkait melakukan koordinasi dan assessment ke lokasi kejadian serta distribusi logistik," kata Raditya Jati. 


Selain itu, tim gabungan yang dihimpun BPBD Kabupaten Pangandaran bersama masyarakat melakukan evakuasi korban yang tertimbun oleh longsoran.  


Menurut prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) wilayah Provinsi Jawa Barat masih berpotensi terjadi hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang hingga Rabu, 28 Oktober 2020. Selain wilayah Jawa Barat, provinsi lain yang juga memiliki potensi prakiraan cuaca serupa adalah Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, Lampung, Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Papua Barat dan Papua.


Melihat dari hasil prakiraan cuaca tersebut, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta agar pemangku kebijakan dan masyarakat di daerah dapat melakukan upaya mitigasi bencana. Juga segera mengambil tindakan yang dianggap perlu dalam kaitan pengurangan risiko bencana. 


Banjir dengan ketinggian hingga 1,5 meter juga merendam puluhan rumah yang berada di Kampung Bitung, Desa Kadu Jaya, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, Selasa 27 Oktober 2020.  Salah seorang warga, Iqbal, mengatakan banjir sudah merendam perumahan tersebut sejak semalam, Senin 26 Oktober 2020. "Banjir dari semalam dan belum surut, banjir ini karena kiriman air dari Bogor, sehingga air Sungai Cirarab yang ada di dekat permukiman meluap," katanya.


Setidaknya terdapat 50 rumah warga di RT 1 dan RT 2/RW 4 yang terendam banjir. Terhadap kondisi banjir itu, warga yang terdampak tersebut memilih untuk mengungsi ke posko yang telah disediakan.  "Ada dua RT yang kena sekitar 50 dan ada lagi satu perumahan di Kadu Jaya juga terendam banjir sekitar 30 cm. Jadi, totalnya ada 80 rumah. Sekarang, warga juga sudah ada yang ngungsi," ujar Iqbal.


Untuk lokasi pengungsian, warga diarahkan ke Pondok Pesantren Istiqomah. Di sana warga tetap menerapkan protokol kesehatan, mengingat saat ini tengah pandemi COVID-19.


"Yang mengungsi kita arahkan untuk lebih dulu membersihkan diri, tetap pakai masker dan juga kita usahakan agar warga yang ada di tempat pengungsian tidak menumpuk," jelas Iqbal. (l6/okz)


×
Berita Terbaru Update