-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Bangun Komunikasi Aktivis-Pemangku Kebijakan, DPD IMM Jatim Silaturrahmi dengan Bupati Badrut Tamam

Selasa, 06 Oktober 2020 | 07.44 WIB Last Updated 2020-10-06T00:44:59Z

 


PAMEKASAN (DutaJatim.com) - Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Jawa Timur, Senin (5/10/2020) melakukan silaturrahmi dengan Bupati Pamekasan  Badrut Tamam. Rombongan Pengurus DPD IMM Jatim itu dipimpin oleh Ketuanya Andreas Susanto.



Mereka diterima Badrut Tamam di Ruang Peringgitan Dalam  Rumah Dinas Bupati Pamekasan. Dalam menerima tamunya Badrut Tamam didampingi oleh Sekdakab Pamekasan Totok Hartono. 



Turut hadir dalam silaturrahmi tersebut pengurus Pimpinan Cabang (PC) IMM Pamekasan dan Pengurus Daerah (PD) Pemuda Muhammadiyah Pamekasan.



Ketua DPD IMM Jatim, Andreas Susanto mengatakan bahwa tujuan silaturrahmi yang dilakukannya adalah untuk membangun komunikasi antara aktivis mahasiswa dengan para pemangku kebijakan di Pamekasan. Dikatakan komunikasi antara mahasiswa dengan pemangku kebijakan memiliki peran penting dalam membentuk sistem pemerintahan yang baik dan menjadi contoh bagi generasi selanjutnya. 



“Dengan komunikasi yang baik, gagasan gagasan dari berbagai elemen termasuk dari kalangan mahasiswa dan organisasi mahasiswa, bisa ditampung dengan baik, sehingga sinergi antara pemerintahan dan masyarakat, termasuk organisasi organisasi mahasiswa bisa berjalan efektif untuk kepentingan membantu pembangunan,” katanya. 

 
Selain agenda silaturahmi dan diskusi, DPD IMM Jatim juga menyerahkan penghargaan kepada Bupati Badrut Tamam. Penghargaan itu merupakan bentuk apreasisi atas pencapaian Kabupaten Pamekasan yang didaulat sebagai Public Service of The Year Jawa Timur di tahun 2020 pada ajang Indonesia Marketers Festival ( Markplus Inc) 2020. 


Kepada para tamunya Bupati Badrut Tamam menyampaikan pesan bahwa ada tiga karakteristik pemuda masa depan yang dibutuhkan oleh pasar global. Tiga karakter tersebut, kata Badrut Tamam, harus dimiliki oleh semua pemuda dan mahasiswa yang eksis di masa depan.


Pertama, kata BadrutTamam, pemuda harus jujur disetiap situasi dan kondisi. Kedua pemuda harus memiliki kreativitas yang terus berkembang sehingga memiliki metode yang inovatif untuk sebuah kemajuan. Ketiga efisien setiap menghadapi persoalan di lapangan atau dalam kehidupan yang dijalaninya.



“Yaitu jujur, kreatif inovatif, cepat atau sigap yang akhirnya melahirkan efisiensi. Karena generasi muda adalah calon pemimpin dan pengelola kehidupan bangsa di masa depan, maka harus disiapkan secara matang mulai sejak dini. Salah satu upaya menyiapkan pimpinan di masa depan, ialah melalui organisasi,” ujarnya.



Badrut Tamam yang juga alumni Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) itu menegaskan bahwa organisasi pemuda, menjadi kawah candradimuka bagi kalangan pemuda dan mahasiswa. Pemuda dan mahasiswa akan dituntut harus rajin baca, diskusi dan berdialektika. Saling melakukan kritik secara konstruktif dan mencari jawaban yang substantive dan solutif dari sebuah persoalan. (mas)
×
Berita Terbaru Update