-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Jokowi Kecam Presiden Macron dan Kekerasan di Prancis

Saturday, October 31, 2020 | 7:45 PM WIB Last Updated 2020-10-31T12:45:34Z

 


JAKARTA (DutaJatim.com)  - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengecam kekerasan yang terjadi di Paris dan Nice, Prancis. Jokowi juga menyampaikan kecaman terhadap pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang dinilai telah menghina umat Islam terkait mempublikasikan karikatur Nabi Muhammad SAW.


Untuk itu, Presiden Jokowi bersama Wapres KH Ma'ruf Amin dan beberapa jajaran Kabinet Indonesia Maju melakukan pertemuan dengan sejumlah organisasi keagamaan Sabtu 31 Oktober 2020. Masing-masing Majelis Ulama Indonesia (MUI), Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Konferensi Waligereja Indonesia (KWI). Selain itu Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi), dan Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia (Matakin).


Usai pertemuan tersebut, Presiden Jokowi didampingi Wapres KH Ma'ruf Amin dan perwakilan organisasi keagamaan itu menyampaikan pernyataannya. Dalam kesempatan itu Jokowi mengecam aksi kekerasan di Prancis dan Nice. Yakni pemenggalan seorang pria di pinggiran kota Paris dan penusukan di kota Nice.


Jokowi juga menyampaikan kecaman terhadap Presiden Prancis Emmanuel Macron yang menghina umat Islam. Jokowi menilai penyataan Macron itu bisa memecah belah persatuan antar umat beragama.


Jokowi menilai bahwa mengaitkan agama dengan tindakan terorisme merupakan kesalahan besar. Hal tersebut terkait komentar kontroversial Macron saat memimpin penghormatan untuk guru Prancis yang menjadi korban kekerasan itu.


Macron bersumpah bahwa Prancis 'tidak akan menghentikan kartun (karikatur, red)' dan menyebut sang guru dibunuh 'karena Islamis menginginkan masa depan kita'. Macron juga menyatakan perang terhadap 'separatisme Islam', yang diyakininya telah mengambil alih sejumlah komunitas muslim di Prancis.


"Indonesia mengajak dunia mengedepankan persatuan dan toleransi beragama untuk membangun dunia yang lebih baik," kata Jokowi.


Pernyataan bersama Jokowi dan tokoh lintas agama itu meliputi:


Yang pertama, kata dia, Indonesia mengecam keras terjadinya kekerasan yang terjadi di Paris dan Nice yang telah memakan korban jiwa.


Yang kedua, Indonesia juga mengecam keras pernyataan Presiden Prancis yang menghina agama Islam, yang telah melukai perasaan umat Islam di seluruh dunia, yang bisa memecah belah persatuan antar umat beragama di dunia di saat dunia memerlukan persatuan untuk menghadapi pandemi COVID-19.


Dan kebebasan berekspresi yang mencederai kehormatan kesucian serta kesakralan nilai-nilai dan simbol agama sama sekali tidak bisa dibenarkan dan harus dihentikan. Mengaitkan agama dengan tindakan terorisme juga sebuah kesalahan besar.


Terorisme adalah terorisme. Teroris adalah teroris. Terorisme tidak ada hubungannya dengan agama apapun.


Terakhir, Indonesia mengajak dunia mengedepankan persatuan dan toleransi beragama untuk membangun dunia yang lebih baik. (det/wis)
×
Berita Terbaru Update