-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Masjid Agung Al Fattah Kota Mojokerto Megah dengan Arsitektur Paduan Timur Tengah dan Majapahit

Selasa, 06 Oktober 2020 | 00.58 WIB Last Updated 2020-10-06T00:26:59Z

 






MOJOKERTO (DutaJatim.com)  - Masjid Agung Al Fattah yang lokasinya berada di kawasan Alun-alun Kota Mojokerto benar-benar berubah total. Masjid yang sekitar satu tahun selesai dibangun ini menampilkan arsitektur modern, paduan arsitektur Timur Tengah dan tradisional ala Majapahit yang tersisa pada bagian tengah berupa tiang-tiang kayu jati asli beserta atapnya. Selebihnya berubah total. Bahkan di sejumlah bagian dihiasi aneka warna warna cerah kekinian. Pada bagian depan diberi mini taman yang dihiasi kolam dengan ikan-ikannya.


Kini masjid yang menjadi cagar budaya itu terlihat indah dengan artistik mewah yang sebagian besar disebut-sebut mengadopsi konsep Masjid Nabawi.


Masjid agung kebanggaan warga Mojokerto ini dibangun sejak pertengahan Mei 2015 dengan anggaran kontraktual sebesar Rp 51 miliar. Namun, panitia akhirnya berhasil melakukan efisiensi anggaran, sehingga bisa diselesaikan 100 persen dengan dana sebesar Rp 39,2 miliar. Proses pembangunannya sudah selesai sekitar Januari 2020 lalu.


Sebelumnya, Sudarno, Ketua Panitia Pembangunan Masjid Agung Al Fattah mengatakan, rehab Masjid Agung ini menyentuh semua bangunan, baik dari sisi bangunan mihrab, bangunan utama (soko guru) hingga bagian depan dan menara.

“Rehabnya secara total, jadi semua bangunan lama dirobohkan kecuali soko guru. Bangunan inti yang menjadi cagar budaya ini kita angkat dan kita tinggikan, juga kita jadikan lebih indah dengan bentuk tetap seperti aslinya. Jadi ada 4 tiang di tengah masjid, di lokasi ini menjadi lokasi yang istimewa, ya seperti tempat yang mustajabah-lah,” terangnya.


Sudarno juga mengatakan, dengan rehab ini, menjadikan Masjid Al Fattah sebagai ikon wisata religi kebanggaan warga Kota dan Kabupaten Mojokerto. Daya tampung jamaah juga menjadi lebih banyak.

“Daya tampungnya jelas ada peningkatan, sekarang bisa menampung sekitar 5.000 jamaah. Maaf, kami tidak menghitung daya tampung sebelumnya,” ujarnya.

Sudarno juga menjelaskan terkait sumber dana pembangunan masjid yang mencapai Rp 39,2 miliar. Menurutnya, ada tiga sumber dana pembangunan yang masuk ke panitia.

Pertama, dari hibah Pemkot Mojokerto sebesar Rp 30 miliar, yang diberikan dalam tiga tahap. Yakni tahun 2015 sebesar Rp 5 miliar, Tahun 2017 sebesar 10 miliar dan tahun 2019 sebesar Rp 15 miliar.

Kedua, Dana hibah dari Pemprov Jatim sebesar Rp 2 miliar yang diberikan dalam 2 tahap, yakni tahun 2016 sebesar Rp 1 miliar dan tahun 2018 sebesar Rp 1 miliar.

Ketiga, adalah dana dari sumbangan masyarakat sebesar Rp 7,2 miliar yang diberikan melalui Panitia Pembangunan Masjid Agung AL Fattah Kota Mojokerto. 


“Kami mengucapkan terimakasih sebanyak-banyaknya kepada semua pihak yang sudah mendukung pembangunan masjid ini, semoga akan bermanfaat bagi semua ummat,” katanya.(SM)


×
Berita Terbaru Update