-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Peringatan Hari Santri di Nganjuk: Santri Harus Kuasai Teknologi

Thursday, October 22, 2020 | 1:18 PM WIB Last Updated 2020-10-22T07:22:48Z

 




NGANJUK (DutaJatim.com) -
Memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 22 Oktober, Pemerintah Kabupaten Nganjuk menggandeng Pengurus Cabang  Nahdlatul Ulama (PC NU) Kabupaten Nganjuk untuk mensuksekan beberapa agendanya. 

Hari ini Kamis, 22 Oktober 2020 dilaksanakan upacara Hari Santri yang dipimpin langsung oleh Bupati Nganjuk H. Novi Rahman Hidhayat. Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) yang juga hadir di Pendopo itu di antaranya, Marhaen Djumadi Wakil Bupati Ngajuk, Kapolres, Kodim, Dr. H Taufiqurrahman Kemenag Kab. Ngajuk dan 200 peserta dari organisasi NU.  Mereka antara lain pengurus lembaga, banom, PC dan Majelis Wakil Cabang (MWC) Nahdlatul Ulama.





Dr. M. Ali Anwar, Koordinator pelaksana Hari Santri Nasional (HSN) Kab. Nganjuk mengatakan, puncak Hari Santri akan digelar pada Sabtu, 24 Oktober 2020. Malam puncak itu, nantinya akan diisi pengajian oleh mubalig terkenal yaitu KH. Ahmad Muwafiq atau Gus Muwafiq dari Yogyakarta. Kemudian dilanjutkan pengumuman pemenang dari beberapa kategori perlombaan, seperti lomba kitab kuning, lomba pidato, lomba tahlil NU, lomba meme/poster HSN, Lomba Karya Tulis Ilmiyah (LKTI), dan Festival Hadrah dan Rebana. 

“Perlombaan dilakukan secara virtual, diambil 3 pemenang dan hadiahnya kami serahkan pada saat malam puncak HSN itu,” ujar Ketua PC ISNU Kab. Nganjuk tersebut.

Lantas Ali membedakan santri saat ini dengan santri dulu. Menurutnya santri dulu identik dengan nasionalisme, santri dianggap terbelakang dan semua lini di pondok pesantren dianggap tidak penting. Namun di era modern saat ini, santri justru berperan aktif di masyarakat. Lalu ia mencontohkan santri millenial yang melek digital, dan yang sukses di birokrasi. Seperti Bupati Ngajuk yang merupakan santri alumni Pondok Pesantren Darul Ulum Jombang. 

“Di Era modern santri sudah melangkah maju, mereka bisa menjadi apa pun, pengusaha, politikus, pendidik, dan masih banyak profesi lagi,” tambahnya.




Bagi Ali, santri tidak cukup jika hanya menguasai ilmu agama saja. Santri juga harus mengusai teknologi, karena fungsinya yang memudahkan hidup. Lewat teknologi pula, santri bisa menyebarkan, menjelaskan nilai-nilai agama.

“Di sini lah santri bisa melanjutkan misi agama. Posisi santri mengarahkan kehidupan manusia menuju keselamatan dunia dan akhirat,” tutupnya. (Ina)
×
Berita Terbaru Update