-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Petani Sayur Terpukul Covid-19, Dispertan Kota Batu Bantu Pacu Produksi Pertanian dan Peternakan

Minggu, 11 Oktober 2020 | 13.17 WIB Last Updated 2020-10-11T06:17:30Z

 



KOTA BATU (DutaJatim com) - Dinas Pertanian Kota Batu bakal mengucurkan bantuan sarpras kepada petani maupun peternak. Bantuan yang rencananya akan diberikan pada awal November 2020 ini diharapkan bisa membantu biaya produksi petani atau peternak yang terdampak pandemi Covid-19. Khususnya petani sayuran yang terpukul wabah Covid-19.

Kepala Dinas Pertanian Batu, Sugeng Pramono, menjelaskan penyaluran bantuan akan diberikan melalui kelompok tani. Para petani akan mendapat saprodi berupa bibit, pupuk dan sarana lainnya. Selain itu, bantuan akan diberikan kepada peternak. Bantuan kepada peternak meliputi pakan ternak dan membantu produksi budidaya ikan air tawar.


Saat ini, Dinas Pertanian tengah mempersiapkan pemberkasan pengadaan barang. Dalam waktu dekat, Sugeng mengatakan proses birokrasi tersebut selesai dan bantuan segera disalurkan.

"Itu kan harus ada pengadaan barang dan jasa. Secara administrasi sedang dikerjakan, kami berharap, Oktober dan awal November sudah bisa digelontorkan," katanya.

Dinas Pertanian akan menyeleksi petani atau peternak yang dapat bantuan. Dengan keterbatasan anggaran, Sugeng mengatakan tidak semua petani dapat bantuan. Di sisi lain, ia juga menyadari adanya petani yang telah mandiri di Kota Batu.

"Jadi tidak semua kami bantu, yang kami bantu pertama sudah masuk ke dalam kelompok. Kedua melihat progres dari bantuan sebelumnya," katanya.

Terdata ada 226 kelompok tani di Kota Batu. Dispertan akan menyeleksi terlebih dulu untuk kelompok tani yang akan mendapat bantuan. Prioritasnya yakni, petani yang memiliki prospek yang cemerlang.


Menurut Sugeng, pertanian sayur sangat terdampak pandemi Covid-19. Pasalnya, turunnya daya beli masyarakat. Sedangkan pertanian tanaman hias justru sebaliknya, yakni meningkat dan membuahkan untung bagi petani.

Prinsipnya, ujar Sugeng, Dispertan berupaya  mempertahankan sayur yang merosot karena daya beli masyarakat turun. Hal ini perlu mendapatkan stimulus dan perlu pemetaan potensi pasar.
 
"Sebetulnya pasar butuh berapa terhadap komoditas?," ujarnya.

Produk pertanian sangat penting keberadaannya saat pandemi. Selain untuk menggerakkan perekonomian, produksi pertanian juga untuk ketahanan pangan. Dinas Pertanian juga tengah berupaya memperbaiki kondisi tanah di kawasan Bumiaji agar hasil pertaniannya bagus.

Pemerintah Kota Batu juga mulai menggeliatkan pertanian porang sebagai hasil hutan bukan kayu (HHBK). Porang diproyeksikan menjadi alternatif penyediaan bahan pangan di masa mendatang. 

Pemkot Batu telah menjalin kerja sama dengan ITS untuk memanfaatkan tanaman herbal. Selain itu, kerja sama juga untuk menunjang pariwisata di Kota Batu. (ndc)
×
Berita Terbaru Update