-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

PGN Ngaji Pancasila di Kota Batu: Tindak Tegas Pelaku Kerusuhan!

Minggu, 11 Oktober 2020 | 20.24 WIB Last Updated 2020-10-11T13:24:39Z


KOTA BATU (DutaJatim.com) -  Bertempat di Gedung Aswaja Center kawasan Bumiaji Kota Batu, Ormas lintas agama, suku, dan budaya Patriot Garuda Nusantara Jawa Timur (PGN Jatim) Makoda Kota Batu kembali menggelar kegiatan Ngaji Pancasila gemakan kebhinekaan dan persatuan Indonesia Minggu 11 Oktober 2020.


 Acara yang berlangsung mulai pukul 12.30   hingga pukul 17.00 WIB itu berlangsung khidmat, aman dan lancar dengan menggunakan protokol kesehatan.


Panglima PGN Kota Batu, KRT KH Muhammad Musyrifin, saat dijumpai di lokasi acara mengatakan Ngaji Pancasila ini dihadiri beberapa elemen OKP yang ada di kota Batu dan Malang Raya. Mereka berasal dari lintas agama dan budaya. 


Dalam sambutannya Panglima PGN Jawa Timur Drs KH Akhmad Baidhowi MTS menyampaikan bahwa sudah saatnya segenap anak bangsa bersatu mendukung, membantu dan sinergi dengan POLRI-TNI dalam menjaga keamanan desa, kampung, kota dan wilayahnya masing- masing dari ancaman perusakan oleh perusuh/provokator yang ingin merusak dan menghancurkan negara ini dengan cara membuat propoganda, huru hara, dan kekacauan di mana-mana.


"Kita sebagai rakyat Indonesia wajib mendukung tindakan pemerintah, TNI dan POLRI dalam menindak para anarko ataupun perusuh yang membuat resah kita sebagai rakyat Indonesia yang cinta persatuan dan perdamaian.  

Sudah saatnya kita yang selama ini diam tidak boleh mengalah, yang waras jangan sampai kalah," katanya. Dalam kegiatan Ngaji Pancasila ini juga diadakan diskusi dan dialog kebangsaan yang diisi oleh Ki Teja Buana, Ki Cokro Wibowo, Ki Jati Kusumo, dan Gus AR Waluyo Wasis Nugroho.

 Acara ini juga melahirkan petisi meminta kepada Pemerintah, TNI dan  Polri untuk menindak tegas pelaku kerusuhan dan aktor intelektual di balik kerusuhan yang mengakibatkan kerusakan di berbagai kota di Indonesia beberapa hari lalu. 


PGN mengajak semua elemen bangsa mengedepankan musyawarah dalam memecahkan masalah, menggunakan cara-cara yang beradab dan konstitusional jika berbeda pendapat dan pandangan. Mengutamakan Kerukunan, dan perdamaian bangsa. "Memperkokoh dan memperkuat persatuan," katanya.(zs)

×
Berita Terbaru Update